Lima nama telah memastikan tempat di babak kelima Piala Dunia Catur FIDE 2025 yang berlangsung di Goa, India. Mereka adalah Levon Aronian (Amerika Serikat), Jose Martinez Alcantara alias Jospem (Meksiko), Le Quang Liem (Vietnam), Alexander Donchenko (Jerman) dan Nodirbek Yakubboev (Uzbekistan).
Kelima pecatur ini menunjukkan performa elite dalam duel klasik dua babak, tanpa perlu melalui tie-break catur cepat, sebuah pencapaian yang semakin langka di tengah persaingan brutal turnamen sistem gugur.
Levon Aronian, pecatur veteran asal Armenia yang sejak beberapa tahun terakhir membela Amerika Serikat, kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tampil tajam di panggung dunia. Di babak keempat atau babak 32 besar, Aronian menghadapi Grandmaster Polandia, Radoslaw Wojtaszek.
Aronian menang di game pertama dengan permainan posisional yang dalam, dan pada game kedua ia bermain solid untuk mengamankan hasil remis. Dengan skor 1.5–0.5,
Levon Aronian melaju ke babak kelima Piala Dunia catur 2025 tanpa perlu tie-break.
Lawan berikutnya yang menantinya adalah pemenang antara Arjun Erigaisi dan Peter Leko, dua nama yang harus bertarung lewat babak cepat.
Sementara itu, kejutan datang dari Jose Martinez Alcantara, Grandmaster asal Peru yang sejak 2024 resmi membela Meksiko. Dikenal luas dengan nama online “Jospem”, ia adalah salah satu bintang catur cepat dan blitz di platform digital, namun kini membuktikan bahwa kemampuannya juga solid di format klasik.
Di babak keempat, Jospem menghadapi GM Alexey Sarana dari Serbia. Ia menang di game pertama dengan permainan agresif dan penuh taktik, lalu mengamankan hasil remis di game kedua.
Yang unik, Jospem menawarkan hasil remis meski posisinya unggul jauh dan berpotensi meraih kemenangan kedua. Skor 1.5–0.5 cukup untuk membawanya ke babak kelima, di mana ia akan berhadapan dengan pemenang antara Nils Grandelius melawan Pentala Harikrishna.
Dari Asia Tenggara, Le Quang Liem menjadi satu-satunya wakil yang lolos langsung ke babak kelima.
Pecatur asal Vietnam ini mengalahkan GM Karthik Venkataraman dari India dalam dua babak klasik. Liem, yang dikenal dengan gaya bermain universal dan disiplin tinggi, tampil dominan sejak awal.
Ia memanfaatkan kelemahan struktur pion lawan dan menutup permainan dengan teknik endgame yang rapi. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Liem masih menjadi kekuatan utama dari kawasan ASEAN di panggung catur dunia.
Le Quang Liem pada babak 16 besar akan bertemu pecatur Jerman Alexander Donchenko yang juga lolos usai menyingkirkan rekan senegaranya Matthias Bluebaum. Meski begitu, Bluebaum tetap akan melaju ke turnamen kandidat karena dia sudah punya tiket lewat turnamen Grand Swiss FIDE 2025.
Ada juga pecatur muda Uzbekistan , Nodirbek Yakubboev yang lolos ke babak berikut usai mengalahkan pecatur India, V Pranav.
Sementara lima nama telah memastikan tempat di babak kelima, 11 tempat lainnya masih harus menunggu hasil babak tie-break catur cepat.
Nama-nama besar seperti Vincent Keymer (Jerman), Arjun Erigaisi (India), Rameshbabu Praggnanandhaa (India), Maxime Vachier-Lagrave (Prancis), Daniil Dubov (Rusia), Andrey Esipenko (Rusia), dan Richard Rapport (Rumania) masih harus berjibaku dalam duel cepat yang menuntut ketajaman dan stamina ekstra.
Format Piala Dunia Catur FIDE 2025 tetap menggunakan sistem gugur, dengan dua babak klasik di setiap ronde. Jika skor imbang 1–1, pertandingan dilanjutkan ke babak tie-break yang terdiri dari rapid, blitz, dan jika perlu armageddon. Format ini menuntut fleksibilitas dari setiap peserta, karena mereka harus mampu beradaptasi dengan berbagai kontrol waktu dan tekanan psikologis yang berbeda.
Turnamen ini juga menjadi ajang seleksi menuju Turnamen Kandidat, yang akan menentukan penantang gelar Juara Dunia. Oleh karena itu, setiap kemenangan di Piala Dunia memiliki bobot besar, bukan hanya soal hadiah, tetapi juga peluang untuk menulis sejarah.
Lolosnya Aronian dan Jospem menjadi sorotan tersendiri.
Aronian, dengan pengalaman dan reputasi panjang, tetap konsisten di level tertinggi. Sementara Jospem, yang terkenal sebagai streamer dan pemain online, kini membuktikan bahwa transisi ke panggung klasik dengan sukses. Pertemuan mereka di babak-babak selanjutnya bisa menjadi duel gaya yang menarik: antara posisional klasik dan taktik digital.
Dengan lima nama sudah mengunci tiket ke babak kelima, atmosfer Goa semakin memanas. Para pecatur yang masih bertarung di tie-break harus menunjukkan ketahanan ekstra, karena satu kesalahan kecil bisa berarti pulang lebih awal. Dunia catur kini menunggu: siapa lagi yang akan menyusul Aronian, Jospem, Liem, Donchenko dan Yakubboev ke babak kelima?
