Manado memastikan medali emas cabor bridge nomor Beregu Putra pada Porprov XII Sulawesi Utara 2025 setelah menundukkan tim kuda hitam Sitaro, Sabtu (22/11/2025). Tim ini diperkuat tiga pasangan utama: Mario Mambu—Franky Umboh, Tommy Rogi—Denny Palar, serta Ezra Aguw—Denny Tirajoh.
Dengan hasil tersebut, pasangan Mario Mambu—Franky Umboh sukses mempersembahkan dua medali emas untuk kontingen Manado. Sebelumnya, mereka juga meraih emas di nomor Pasangan Putra.
Secara keseluruhan, kontingen Manado mengoleksi empat medali emas dari lima nomor yang dipertandingkan.
Dua emas lainnya berasal dari nomor Pasangan Campuran (Bill Mondigir—Elvita Lasut) dan Pasangan Putri (Putri Pomantouw–Indah Mamangkey). Satu-satunya medali emas yang lepas adalah nomor Beregu Campuran yang menjadi milik tim Tomohon.
Bitung Antiklimaks, Sitaro Jadi Kejutan
Publik bridge Sulawesi Utara semula berharap final bridge beregu di Porprov 2025 mempertemukan Manado dengan Minahasa atau Bitung, melihat komposisi tim.
Minahasa menurunkan Clif Tangkuman—Jongky Tumbel, Jordy Moleong—Yeremia Paoki, dan Michael Manawan—Agape Bogar. Bitung diperkuat Jeffrey Moningkey, James Walangitan, Waraney Sinolungan, Rony Tanauma, dan Boy Roring.
Hingga ronde keenam dari sembilan babak penyisihan sistem round robin, Bitung kokoh di puncak klasemen. Namun, ronde ketujuh, Manado mengambil alih posisi teratas. Bitung di peringkat dua, Sitaro bertengger di posisi tiga, disusul Minahasa.
Petaka menimpa Bitung di ronde kesembilan saat berhadapan dengan Sitaro. Bitung menurunkan Jeffrey Moningkey (Utara), Rony Tanauma (Selatan), Boy Roring (Timur), dan James Walangitan (Barat).
Lawannya, Sitaro, tampil dengan duo Wongkar (Raynaldo dan Ardiles) serta duet Ticoalu (Joudy dan Alfrits).
Kesalahan demi kesalahan terjadi sejak awal. Board pertama, Bitung overbid 4♠ yang mati satu, sementara meja lain 2♥ plus satu. Selisih 5 IMP.
Board ketiga, kedua tim mengontrak 5♦, tetapi hasil berbeda: di open room kontrak mati satu, di close room kontrak berhasil. Board ketujuh, sama-sama kontrak 4♥, Sitaro bikin, Bitung mati satu.
Selanjutnya, pada board terakhir, Sitaro sukses kontrak 4♠ up satu, sementara Bitung hanya 3♠ up satu. Skor akhir 38–3 IMP untuk Sitaro.
Hasil ini membuat Bitung terlempar ke posisi enam klasemen akhir, sementara Sitaro melejit ke posisi dua. Empat tim semifinalis adalah Manado, Sitaro, Minahasa, dan Minahasa Utara.
Klasemen akhir (VP) usai 9 ronde:
- – Manado – 106,16 VP
- – Siau Tagulandang Biaro – 104,34 VP
- – Minahasa – 104,13 VP
- – Minahasa Utara – 97,89 VP
- – Minahasa Selatan – 97,77 VP
- – Bitung – 96,80 VP
- – Tomohon – 93,80 VP
- – Minahasa Tenggara – 74,82 VP
- – Kepulauan Sangihe – 52,29 VP
Semifinal
Di semifinal, Manado berhadapan dengan Minahasa Utara, sementara Sitaro melawan Minahasa. Usai dua ronde, Manado menyingkirkan Minut dan Sitaro menjungkalkan Minahasa. Final pun mempertemukan Manado versus Sitaro.
Pertemuan Manado dan Sitaro di partai puncak menjadi sorotan utama, karena latar belakang berbeda. Manado datang dengan status unggulan, sementara Sitaro membawa kejutan besar setelah menyingkirkan tim-tim favorit. Atmosfer final pun terasa istimewa, mempertemukan dominasi dengan kejutan dalam satu panggung.
Final
Manado tampil beringas sejak ronde pertama. Meski Sitaro sempat mencuri 9 IMP lewat kontrak 4♥ bikin berbanding 4♦ mati satu, Manado segera membalikkan keadaan. Tiga board berikutnya mereka mendapatkan 25 IMP.
Board keenam, Manado kembali memperlebar jarak lewat kontrak 4♠ bikin berbanding 1♠ up tiga. Board terakhir, Manado makin menjauh dengan small slam 6♠ bikin, sementara Sitaro hanya main game 4♠ up dua. Skor telak 60–9 IMP untuk Manado.
Di ronde berikutnya, Manado mengubah strategi dengan fokus menjaga keunggulan. Sitaro mencoba agresif dan unggul tipis 28–27 IMP, tetapi hasil itu tak cukup untuk menutup defisit besar dari ronde pertama.
Dengan hasil tersebut, Manado meraih medali emas bridge beregu putra Porprov 2025, Sitaro puas dengan perak, sementara perunggu menjadi milik Minut dan Minahasa.
Catatan Turnamen
Porprov XII Sulut 2025 menjadi tontonan seru bagi pecinta bridge. Meski berskala provinsi, pesertanya adalah nama-nama beken yang berulang kali mewakili Sulut di tingkat nasional maupun internasional.
Yang paling menarik, muncul banyak bibit potensial. Beberapa pasangan muda tampil menonjol, menjadi cikal bakal andalan Sulut di masa depan. Dukungan organisasi bridge dan pemerintah akan sangat menentukan perkembangan prestasi mereka ke depan.
Porprov XII Sulut 2025 berakhir dengan catatan positif. Selain mengukuhkan dominasi tim-tim besar, ajang ini juga memberi ruang bagi pemain muda untuk tampil dan mengasah pengalaman.
Dengan atmosfer kompetitif yang terjaga, turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga bridge di Sulawesi Utara terus hidup dan berkembang secara alami dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Selamat untuk para pemenang Porprov XII Sulut 2025.
Bridge Porprov XII Sulut 2025: Mambu–Umboh Raih Emas
