Tim DKI Open tampil sebagai juara di nomor open tim 41st ABC Championship Manila, Kamis (4/12/2025). Mereka memuncaki klasemen babak penyisihan dengan total 167.9 Victory Points.
Kemenangan ini menjadi medali emas ketiga bagi Indonesia pada kejuaraan tahun ini, setelah sebelumnya meraih emas di nomor Open Pairs ABCC melalui pasangan Agus Kustrijanto – Anthony Soebroto, serta emas di nomor Mixed Tim lewat tim Djarum Bold.
Format dan Aturan Pertandingan
Format dan aturan The 8th SEABF & 41st ABC Championship Manila 2025 cukup unik dan membingungkan bagi pecinta bridge awam. Dalam open tim, 22 tim bertarung dalam 12 ronde menggunakan sistem swiss. Setiap ronde memainkan delapan board. Babak penyisihan berlangsung dua hari, 3–4 Desember 2025.
Peringkat pertama hingga ketiga klasemen akhir usai ronde ke-12 menjadi juara 41st ABC Championship Manila 2025. Sementara untuk penentuan juara The 8th SEABF, harus melalui playoff dua tim teratas di tiap kategori.
Kategori Open Tim
Usai menyelesaikan 12 ronde, tim DKI Open kokoh di puncak klasemen. Sejak merebut posisi teratas di ronde kedelapan, Taufik Asbi, Robert Parasian, Noldy Ngantung, Syahrial Ali, Hendrik V. Manoppo, F. Dava Adisurya, dan Sulistianto Effendi menunjukkan konsistensi.
Sementara itu, tim Indonesia lainnya yakni Djarum Black mengalami nasib sial di ronde terakhir. Menurunkan Paulus Sugandi, Jemmy Boyke Bojoh, Leslie Gobintha, Supeno, Agus Kustrijanto, dan Anthony Soebroto, mereka kalah dari tim T.E.A.M.
Akibatnya, mereka terlempar ke posisi tiga dari sebelumnya runner-up. Harapan untuk all-Indonesian final di babak final SEABF akhirnya pupus.
Posisi dua menjadi milik Welovebridge dari Singapura. Tim ini diperkuat oleh Gideon Tan, Jazlene Ong, Peter Haw, dan Wang Hui Jun.
Tim DKI Open menjadi juara ABCC 2025, Welovebridge peringkat dua, dan Djarum Black juara tiga.
Hasil Babak Penyisihan
Klasemen akhir kategori open tim 41st ABC Championship 2025 :
- DKI Open – 167.9 VP
- Welovebridge – 157.49 VP
- Djarum Black – 156.28 VP
- Normark – 146.72 VP
- Djarum Ladies – 133.65 VP
- Magic Eyes (Senior) – 132.46 VP
- DKI Ladies – 130.27 VP
- PSC-SOO – 129.76 VP
- PSC-Dunong Pilipinas – 128.73 VP
- T.E.A.M – 128.7 VP
- Lucky Duck (Senior) – 126.34 VP
- Metaforsa – 118.93 VP
- Bjarte – 115.55 VP
- Multinational – 115.38 VP
- PSC-Orabella – 114.85 VP
- CBLT Payoon Bridge (Junior U26) – 113.75 VP
- Malaysia – 112.27 VP
- Bangkok Mind Sports – 110.79 VP
- MBC Bhineka (Senior) – 92 VP
- Gunadarma Junior (Indonesia U26) – 82.22 VP
- Malaysia Junior – 70.55 VP
- Jalankwee – 42.41 VP
The 8th SEABF – Open Tim
Dari peringkat klasemen tersebut, kemudian akan ditentukan para juara SEABF 2025. Aturannya playoff antara dua tim teratas di setiap kategori.
Pada kategori open tim, dua tim teratas sebenarnya adalah DKI Open (Indonesia) dan Welovebridge (Singapura). Namun, dalam tim Welovebridge ada nama Hui Jun Wang yang berasal dari Tiongkok. Ia biasanya bermain bersama partnernya Jia Ke.
Karena Welovebridge tidak murni memakai pemain asal ASEAN, akhirnya penentuan juara SEABF mempertemukan DKI Open dan Djarum Black yang menempati peringkat tiga klasemen penyisihan.
Ladies Tim
Untuk playoff penentuan juara ladies tim, bertemu dua tim Indonesia: Djarum Ladies melawan DKI Ladies. Dalam klasemen akhir babak penyisihan, Djarum Ladies berada di peringkat lima dan DKI Ladies di urutan tujuh. Kebetulan hanya dua tim ini yang mendaftar di kategori putri.
Tim Djarum Ladies diperkuat oleh Rury Andhani (PC), Conny E. Sumampouw, Erni Sefita, Yunita Fytry, Desy Noervita, dan Della Ayu Nobira.
Sedangkan DKI Ladies beranggotakan Lusje Bojoh, Julita GJ Tueje, Kristina W. Murniati, Ye Ni, Effi Wibowo, dan Prillya Justicia dengan Abdul Halim sebagai NPC.
Senior Tim
Untuk final playoff di kategori senior akan mempertemukan tim Lucky Duck (Filipina) melawan Magic Eyes (Thailand). Magic Eyes yang terdiri dari Daniel Windsor, Chalermpol Wahmu, Khunyi Chodchoy, Virat Chinmanas, Panjar Moonjun, serta Somchai Baisamut menempati peringkat enam klasemen akhir.
Sementara tim Lucky Duck yang menurunkan Viksi Egan, Allen Tan, Gemma Tan, dan Romy Virola berada di peringkat 11 klasemen akhir.
Tim senior Indonesia, MBC Bhineka yang menurunkan Eddy Manoppo, Handoyo Susanto, Giovani Watulingas, dan Didy Andries gagal melaju ke final setelah hanya menempati peringkat 19 dari 22 peserta. Peserta tim senior pada turnamen ini hanya tiga tim.
Junior Tim
Indonesia mengirimkan satu wakil lagi ke babak final yakni tim Gunadarma Junior dengan pemain Dion Orbis, Carol Tumurang, Inda Bogar, Minyeo Kauripan, dan Heavenly Jap.
Gundar Jr. akan menghadapi tim Thailand CBLT Payoon Bridge dengan anggota Palagorn Phansamdaeng, Pimwaree Kong-Ngern, Chanokchon Tan, Nattapong Pimpisan, dan Rukson Kongsattra.
Dalam kategori junior ada tiga tim yang mendaftar. Satu wakil lainnya adalah Malaysia Junior.
Pada klasemen akhir babak penyisihan, tim junior Thailand menempati peringkat 16. Tim Indonesia junior menempati peringkat 20, unggul satu strip dari Malaysia Junior di peringkat 21 dari 22 peserta.
Babak final empat kategori SEABF akan memainkan tiga segmen dengan masing-masing memainkan 16 board. Sementara 14 tim lain yang tidak masuk babak final SEABF akan bertarung di babak consolation swiss enam babak.
Sejak pertama kali digelar tahun 1979 di Jakarta, Indonesia telah 21 kali juara open tim. Empat kali meraih Grand Slam, yakni juara di semua kategori pada tahun 1993, 2008, 2012, dan 2017. Tahun ini peluang Grand Slam tertutup karena Indonesia tidak memiliki wakil di final kategori senior.
Djarum Bold Juara Mixed Team ABCC Manila 2025
