Roman Shogdzhiev, Bocah Rusia Calon Grandmaster Termuda

Dunia catur internasional sedang gempar oleh aksi memukau seorang bocah ajaib asal Rusia bernama International Master (IM) Roman Shogdzhiev. Bocah kelahiran 4 Februari 2015 ini baru saja mengamankan norma Grandmaster (GM) keduanya pada pertengahan Oktober 2026.

Pencapaian luar biasa ini menempatkan Roman pada jalur emas untuk menumbangkan rekor Abhimanyu Mishra sebagai GM termuda sepanjang sejarah peradaban catur global.

Pihak Federasi Catur Rusia mengonfirmasi keberhasilan Roman saat ia memperkuat klub Partizan Belgrade dalam ajang Serbian Super League 2026. Bermain di papan satu melawan para pecatur senior, bocah berusia 11 tahun ini sukses membukukan 6 poin dari 9 babak.

Roman Shogdzhiev mencetak empat kemenangan, empat remis, dan hanya menelan satu kekalahan.

Hasil remis pada babak final melawan Grandmaster tangguh asal Hungaria, Ferenc Berkes, memastikan raihan performa rating Roman menembus angka fantastis 2662 Elo.

Langkah Roman Shogdzhiev ini melahirkan ancaman nyata bagi rekor dunia milik pecatur Amerika Serikat keturunan India, Abhimanyu Mishra. Mishra menobatkan diri sebagai GM termuda sepanjang sejarah pada tahun 2021 dalam usia 12 tahun, 4 bulan, dan 25 hari.

Jika Roman berhasil merebut norma GM ketiga serta menaikkan 29 poin rating sebelum bulan Juni 2027, ia otomatis akan menggeser posisi Mishra. Bahkan jika ia mampu menuntaskannya sebelum ulang tahun ke-12 pada Februari 2027, Roman akan menjadi manusia pertama di bumi yang meraih gelar Grandmaster di bawah usia 12 tahun.

Rekor sensasional bukan hal baru bagi bocah jenius kelahiran Elista, Kalmykia ini. Bakat raksasa Roman mulai menyedot perhatian dunia saat ia tampil mengejutkan dalam ajang FIDE World Rapid & Blitz Championship 2023.

Kala itu, dalam usia yang baru menginjak 8 tahun, Roman sukses menumbangkan lima Grandmaster senior sekaligus. Aksi ajaib ini bahkan memicu decak kagum dari legenda catur dunia, Magnus Carlsen, yang memprediksi Roman akan segera menguasai puncak dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Sejak momen itu, grafik prestasi Roman terus melesat tajam melampaui para rival segenerasinya seperti Faustino Oro. Pada Mei 2025, Roman resmi memecahkan rekor dunia sebagai International Master (IM) termuda sepanjang sejarah dalam usia 10 tahun, 3 bulan, dan 21 hari. Ia memotong rekor milik Faustino Oro dengan selisih lebih dari lima bulan.

Perburuan norma GM Roman juga berjalan sangat agresif.

Ia meraih norma GM pertamanya pada ajang Asian Individual Championship di Ulaanbaatar, Mongolia, Juni 2026. Tampil sebagai unggulan ke-50, Roman menyodok ke peringkat 10 besar tanpa tersentuh kekalahan sekalipun dari enam GM yang ia hadapi. Keberhasilan itu memecahkan rekor berumur 18 tahun milik Illya Nyzhnyk sebagai pencetak norma GM termuda di dunia.

Kini, target Roman Shogdzhiev sudah sangat bulat. Ia tidak sekadar ingin mengoleksi rekor usia semata. Dalam sebuah wawancara resmi, bocah ajaib Rusia ini menegaskan impian tertingginya untuk menjadi Juara Dunia Catur masa depan. Menyaksikan ketajaman kalkulasi dan mental bertarungnya yang bernas, ambisi besar tersebut tampaknya bukan sekadar bualan belaka.

Tinggalkan komentar