600 Pecatur dari 30 Provinsi Adu Nalar di Kejurnas Catur 2025

Kejurnas Catur ke-50 tahun 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERCASI ke-45 resmi dibuka di Atrium Matos, Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat malam, 7 November 2025. Perhelatan akbar ini menandai tonggak sejarah 70 tahun Kejurnas Catur Indonesia, sekaligus menjadi forum strategis pembinaan olahraga catur nasional.

Kejurnas Catur ke-50 yang digelar di Mamuju, Sulawesi Barat, pada 7–13 November 2025, bukan sekadar ajang kompetisi. Ia adalah panggung sejarah, regenerasi, dan diplomasi olahraga catur Indonesia. Dengan diikuti lebih dari 600 pecatur dari 30 provinsi, Kejurnas ini menjadi perayaan 70 tahun perjalanan catur nasional sejak edisi perdana di Tegal tahun 1953.

Mamuju Sulbar: Tuan Rumah yang Menjawab Tantangan

Pemilihan Mamuju sebagai tuan rumah Kejurnas ke-50 adalah keputusan strategis. Sulawesi Barat, sebagai provinsi muda, menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mendukung olahraga catur. Wakil Gubernur Salim S. Mengga secara resmi membuka Kejurnas pada Jumat malam (7/11/2025), bersama Ketua Umum PB PERCASI GM Utut Adianto dan jajaran pengurus pusat.

Dalam sambutannya, Salim menegaskan bahwa Kejurnas bukan hanya soal medali, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat sportivitas. Maskot Kejurnas, “Ratu Malea”, menjadi simbol semangat berpikir dan keanggunan strategi.

Format Pertandingan dan Seleksi Nasional

Kejurnas mempertandingkan kategori perorangan dan beregu, dari kelompok usia dini hingga senior. Terdapat juga catur cepat dan kilat. Sistem Swiss digunakan untuk menentukan peringkat, dengan jumlah babak disesuaikan dengan peserta tiap kategori.

Ajang ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet nasional untuk SEA Games, Olimpiade Catur, dan turnamen internasional lainnya. PB PERCASI menegaskan bahwa Kejurnas adalah laboratorium pembinaan jangka panjang, bukan sekadar kompetisi tahunan.

DKI Jakarta: Target 10 Emas dan Grand Master Baru

Salah satu kontingen yang paling mendapat sorotan adalah DKI Jakarta. Baru saja melantik kepengurusan baru PERCASI DKI periode 2025–2029 pada 15 Oktober 2025, Hardiyanto Kenneth resmi menjabat sebagai Ketua Umum menggantikan Pandapotan Sinaga. GM Utut Adianto yang juga ketua PERCASI langsung melantik pengurus baru, di Balai Agung, Balaikota Jakarta, bersama Gubernur Pramono Anung.

Pramono bahkan memberikan tantangan langsung: mempertahankan gelar juara umum yang diraih DKI pada Kejurnas sebelumnya. Kenneth menyanggupi dengan target ambisius: 10 medali emas dari total 17 yang tersedia.

Rakernas PERCASI ke-45 dan Penunjukan Banten

Bersamaan dengan Kejurnas, PB PERCASI juga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-45. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi program pembinaan, memperkuat sinergi antarprovinsi, dan merumuskan roadmap prestasi nasional.

Salah satu keputusan penting adalah penunjukan Provinsi Banten sebagai tuan rumah Kejurnas Catur 2026. Ketua PERCASI Banten, M. Amin Lukman, menyambut baik keputusan tersebut.

Penunjukan ini juga sejalan dengan harapan Gubernur Banten Andra Soni. Pemerintah provinsi dan pengurus daerah akan segera berkoordinasi untuk memastikan persiapan berjalan maksimal. Pada Kejurnas 2025, Banten mengirimkan 30 peserta, menunjukkan komitmen kuat terhadap pembinaan catur.

70 Tahun Kejurnas: Dari Tegal ke Mamuju

Ketua Umum PB PERCASI GM Utut Adianto dalam pidatonya mengingatkan kembali sejarah Kejurnas pertama di Tegal tahun 1953. Saat itu, jumlah peserta hanya belasan orang. Kini, tujuh dekade kemudian, lebih dari 600 pecatur dari 30 provinsi mengikuti Kejurnas ke-50 di Mamuju.

Transformasi ini mencerminkan bahwa catur telah berkembang menjadi olahraga nasional yang inklusif dan kompetitif. PB PERCASI terus mendorong digitalisasi sistem rating, penguatan klub lokal, dan integrasi catur dalam kurikulum sekolah.

Catur sebagai Diplomasi Budaya dan Ketahanan Mental

GM Utut Adianto menegaskan bahwa catur bukan sekadar olahraga, tetapi juga alat perjuangan intelektual dan diplomasi budaya. Di tengah era digital yang serba cepat, catur melatih konsentrasi, nalar strategis, dan ketahanan mental.

Kejurnas di Mamuju menjadi simbol bahwa catur bisa tumbuh di luar kota besar. Dengan dukungan infrastruktur dan komitmen pemerintah daerah, daerah-daerah seperti Sulbar dan Banten bisa menjadi pusat pertumbuhan baru olahraga otak ini.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Rakernas menghasilkan beberapa rekomendasi strategis:

  • Penguatan sistem liga catur nasional berbasis klub.
  • Digitalisasi database atlet dan sistem rating nasional.
  • Sertifikasi pelatih dan wasit secara berjenjang.
  • Integrasi catur dalam ekstrakurikuler sekolah dasar dan menengah.

PB PERCASI juga menargetkan peningkatan jumlah Grand Master Indonesia, yang saat ini tersisa empat. Kejurnas dan Rakernas menjadi momentum untuk mempercepat regenerasi dan pembinaan elite.

Kejurnas Catur ke-50 di Mamuju adalah titik temu antara sejarah, regenerasi, dan strategi masa depan. DKI Jakarta datang dengan target 10 emas dan misi melahirkan GM baru. Banten bersiap menyambut Kejurnas 2026 dengan semangat tuan rumah. Sulbar membuktikan bahwa provinsi muda bisa menyelenggarakan event nasional dengan sukses.

 

 

Tinggalkan komentar