Dommaraju Gukesh resmi tersingkir dari Piala Dunia Catur 2025 setelah kalah dramatis dari GM Jerman Frederik Svane di babak ketiga. Sang juara dunia harus mengakui keunggulan lawan dalam endgame kuda lawan kuda yang berakhir di langkah ke-55.
===
Babak ketiga Piala Dunia Catur 2025 kembali menghadirkan drama kejutan. Juara Dunia Dommaraju Gukesh harus tersingkir usai kalah dari GM asal Jerman Frederik Svane, Sabtu (8/11/2025).
Gukesh menyerah di langkah 55 dalam endgame kuda lawan kuda. Svane yang meladeni Giuoco Piano Game dari pembukaan Italia Gukesh, mulai terlihat unggul ketika Gukesh memutuskan bertukar menteri di langkah 30. Pertukaran benteng terakhir di langkah 41 kembali membuat keunggulan Svane makin menebal.
Selanjutnya, Gukesh kembali melakukan kesalahan ketika bertukar kuda di lajur C di langkah 49, yang membuat posisi pion tumpuk Svane kembali baik. Puncaknya, ketika Gukesh meninggalkan pionnya di lajur G, yang membuat Svane memiliki pion bebas.
Gukesh yang sadar sudah kalah materi dan posisi menawarkan untuk berjabatan tangan tanda menyerah. Gukesh tersingkir karena di game pertama keduanya bermain imbang.
Rupanya kemenangan Svane juga diikuti kompatriotnya Alexander Donchenko yang menyingkirkan Juara Grand Swiss 2025, Anish Giri asal Belanda.
Giri menyerah di langkah 47 usai harus rela kehilangan satu kuda untuk menyelamatkannya dari ancaman skakmat. Giri Out karena di game pertama berakhir remis.
GM muda asal Uzbekistan Nodirbek Abdusattorov juga harus pulang lebih awal ketika di game kedua kembali takluk dari GM asal Mexico, Jose Martinez. Skor 2-0 untuk Martinez.
Dua nama beken juga yang tersingkir adalah Shakhriyar Mamedyarov dan GM Vladimir Fedoseev. Mamedyarov terjungkal dari Nils Grandelius asal Swedia. Sementara Fedosev ditendang dari turnamen oleh GM asal Polandia, Radoslaw Wojtaszek.
Sementara itu, nama-nama besar lainnya memastikan diri melaju ke babak 32 besar. Dua unggulan gambid.id, Vincent Keymer dan Arjun Erigaisi lolos usai memetik kemenangan di game kedua.
Selain keduanya, ada nama Rameshbabu Praggnanandhaa, Javokhir Sindarov, Le Quang Liem, V Pranav, Lorenzo Lodici dan Gabriel Sargissian. Ada juga Parham Maghsoodloo, Aleksey Grebnev, Awonder Liang, Matthias Bluebaum dan Shant Sargsyan.
Tiga veteran andalan gambid id pun masih menunjukkan taringnya dengan mengalahkan lawan-lawannya, yakni Levon Aronian, Peter Leko dan Pentala Harikrishna.
Namun, beberapa pemain unggulan harus beradu nasib lewat catur cepat hari selanjutnya. Sebut saja Richard Rapport, Daniil Dubov, Maxime Vachier-Lagrave, Vidit Santos Gujrathi, Sam Sevian, Wei Yi, Yu Yangyi, Alexey Sarana dan Andrey Esipenko.
Mereka akan duel dalam dua game catur cepat dengan waktu kontrol 15 menit. Jika masih imbang akan berlanjut ke catur cepat 10 menit. Selanjutnya catur kilat 5 menit dan 3 menit jika masih imbang.
Kalaupun masih imbang, akan ditentukan lewat partai armaggedon dengan waktu dasar 4 menit.
Sekadar informasi, Piala dunia catur 2025 adalah salah satu ajang untuk menyeleksi pecatur yang akan melaju ke turnamen kandidat 2026.
Tiga besar turnamen ini berhak mengikuti turnamen kandidat, yang pemenangnya nanti berhak menantang juara dunia di Kejuaraan Dunia 2026.
Saat ini Dommaraju Gukesh asal India adalah pemegang mahkota juara dunia catur kalasik, usai tahun lalu merebutnya dari juara dunia sebelumnya asal China, Ding Liren.
Tiga nama sudah mempunyai kursi di turnamen kandidat. Mereka adalah Fabiano Caruana sebagai pemenang Sirkuit FIDE 2024, Anish Giri dan Mathias Bluebaum sebagai juara dan runner up Grand Swiss 2025.
Dua kursi lainnya hampir pasti menjadi milik Hikaru Nakamura (rating tertinggi) dan Rameshbabu Praggnanandhaa sebagai pemimpin poin sementara sirkuit FIDE 2025.
Para pecinta catur tampaknya tak akan melihat nama nama langganan turnamen kandidat di tahun 2026. Mereka adalah Ian Nepomniachtchi, Ding Liren dan Alireza Firouzja.
Menarik melihat akhir dari Piala Dunia catur 2025.
Piala Dunia Catur 2025 memang telah mengguncang papan dunia dengan kejutan-kejutan besar, menyingkirkan nama-nama yang selama ini dianggap dominan. Termasuk Dommaraju Gukesh sang juara dunia harus tersingkir dari Piala Dunia Catur 2025.
Dengan semakin banyak wajah baru melaju ke babak 32 besar, atmosfer turnamen kian memanas dan tak tertebak.
Para pecinta catur sudah menjadi saksi, catur bukan hanya tentang nama besar dan Elo rating lebih tinggi. Tapi ini soal kesiapan, bukan hanya soal teori dan logika, tapi tentang mental dan tentu saja keberpihakan dewi fortuna.
Unggulan Berguguran di Babak II Piala Dunia Catur 2025