Tim FIDE yang bermaterikan para pemain Rusia menjadi Juara Dunia Beregu Putri/ World Women’s Team Championship 2025 usai mengalahkan Azerbaijan di babak final, Minggu (23/11/2025).
===
Turnamen beregu putri paling bergengsi di dunia, Women’s World Team Championship 2025, resmi berakhir di kota klasik Linares dengan cerita besar.
Tim FIDE yang seluruhnya diperkuat pecatur Rusia dinobatkan sebagai juara dunia. Mereka menutup pekan penuh drama dengan kemenangan meyakinkan atas Azerbaijan di babak final.
Kemenangan ini bukan sekadar trofi emas. Ia adalah bukti dominasi kolektif, performa individu luar biasa, dan kedalaman skuad yang membuat FIDE tak tersentuh sepanjang turnamen.
Azerbaijan mencatat sejarah dengan perak pertama mereka, sementara China memastikan podium lewat perjuangan keras melawan Kazakhstan.
Tim FIDE tak Terkalahkan
Sejak babak penyisihan, FIDE tampil superior. Mereka menguasai Pool A, unggul atas Kazakhstan, USA, dan Azerbaijan.
Di fase gugur, FIDE menyingkirkan Uzbekistan di perempat final, lalu mengatasi China di semifinal. Di babak final, mereka menutup dengan kemenangan bersih atas Azerbaijan: 3–1 di duel pertama, 2.5–1.5 di duel kedua.
Sepanjang turnamen, FIDE tidak pernah kalah satu match pun. Mereka hanya kehilangan sedikit partai individu, bukti konsistensi luar biasa dari skuad yang dipimpin oleh GM Aleksandra Goryachkina dan GM Kateryna Lagno.
Penyisihan
Di Pool A, Tim FIDE tampil perkasa dengan catatan sempurna: 10 match points dan 15.5 game points, unggul jauh dari Kazakhstan yang mengoleksi 8 poin.
USA menempati posisi ketiga dengan 6 poin, sementara Azerbaijan lolos tipis di peringkat keempat dengan 4 poin. Dua tim Eropa, Spanyol dan Peru, harus puas di posisi bawah klasemen dengan masing-masing 2 dan 0 poin, sehingga gagal melangkah ke fase gugur.
Dominasi FIDE di grup ini sudah menjadi sinyal kuat bahwa mereka kandidat utama juara.
Sementara itu di Pool B, Georgia memimpin dengan 8 poin dan 13.5 game points, diikuti ketat oleh China dengan 7 poin.
India menempati posisi ketiga dengan 6 poin, sedangkan Uzbekistan lolos sebagai peringkat keempat berkat 4 poin dan 9.5 game points.
Prancis dan Ukraina harus tersingkir setelah hanya mengumpulkan 3 dan 2 poin. Persaingan di Pool B lebih ketat, dengan Georgia dan China tampil konsisten, sementara India dan Uzbekistan menunjukkan daya juang untuk merebut tiket ke perempat final.
Perempat final
Tahap perempat final Women’s World Team Championship 2025 di Linares menghadirkan salah satu hari paling dramatis sepanjang turnamen. Empat duel dimainkan dengan penuh ketegangan, memperlihatkan kombinasi persiapan matang, semangat juang, dan kreativitas berani.
Tim FIDE melaju dengan kemenangan telak atas Uzbekistan, China menyingkirkan USA lewat tiebreak blitz, Azerbaijan mengejutkan Georgia, dan Kazakhstan menundukkan India setelah pertarungan panjang. Hasil ini memastikan empat tim besar melangkah ke semifinal: FIDE, China, Azerbaijan, dan Kazakhstan.
Duel pertama mempertemukan FIDE dengan Uzbekistan. Dengan kekuatan merata di semua papan, FIDE menang mutlak lewat dua kali skor 3.5–0.5. GM Kateryna Lagno menjadi sorotan dengan kemenangan teknis atas WIM Umida Omonova, salah satu talenta muda Uzbekistan.
Meski kalah, Omonova tetap mencatat pencapaian penting dengan menembus rating WGM. Kemenangan ini menegaskan status FIDE sebagai tim yang harus ditakuti di Linares.
Pertarungan paling dramatis terjadi antara USA dan China. USA sempat unggul 3–1 di duel pertama, namun China bangkit di duel kedua. Meski IM Carissa Yip sempat mengalahkan GM Hou Yifan, IM Song Yuxin berhasil menyelamatkan posisi kritis dan memaksa tiebreak.
Dalam blitz 3+2, China tampil dominan dengan skor 3.5–0.5. Duel ini juga melahirkan salah satu kombinasi paling indah, ketika IM Tatev Abrahamyan menutup partai dengan skakmat elegan atas IM Lu Miaoyi.
Duel lain juga penuh kejutan. Azerbaijan menyingkirkan Georgia lewat skor 2–2 di duel pertama dan kemenangan 2.5–0.5 di duel kedua, berkat permainan tajam IM Khanim Balajayeva dan WGM Govhar Beydullayeva.
Kazakhstan, yang sempat menang 3–1 di duel pertama melawan India, harus melihat lawan bangkit di duel kedua dengan skor 2.5–1.5. Namun di tiebreak blitz, IM Meruert Kamalidenova mencatat kemenangan krusial yang memastikan langkah Kazakhstan ke semifinal.
Dengan hasil ini, semifinal mempertemukan FIDE vs China dan Azerbaijan vs Kazakhstan, menjanjikan duel yang tak kalah sengit.
Semifinal
Di babak semifinal Women’s World Team Championship 2025, duel pertama mempertemukan FIDE Team melawan China. Pertandingan ini disebut-sebut sebagai “final dini” karena mempertemukan dua kekuatan besar.
FIDE, yang diperkuat pecatur Rusia seperti GM Aleksandra Goryachkina, GM Kateryna Lagno, dan IM Polina Shuvalova, tampil solid sejak awal.
Mereka akhirnya menang atas China, yang dipimpin oleh GM Hou Yifan bersama rising stars IM Song Yuxin dan IM Lu Miaoyi.
Pada semifinal kedua mempertemukan Azerbaijan melawan Kazakhstan, dua tim yang sama-sama tampil mengejutkan di perempat final. lewat duel ketat, Azerbaijan mencatat sejarah lolos ke final untuk pertama kalinya,
Final
Pada babak Final, Tim FIDE masih terlalu kuat untuk Azerbaijan. Mereka menang dua kali, 3-1 dan 2,5-1,5 dan berhasil menjadi Juara Dunia Beregu Putri. Sementara pada perebutan peringkat tiga, China menundukkan Kazakhstan dua kali, 2,5-1,5 dan 2,,5-1,5.
Azerbaijan: Perak Bersejarah
Azerbaijan menjadi kisah kejutan. Mereka lolos dari Pool A dengan perjuangan keras, lalu menyingkirkan Georgia di perempat final dan Kazakhstan di semifinal.
Di final, meski kalah dari FIDE, mereka tetap mencatat sejarah dengan medali perak pertama di ajang beregu dunia. IM Ulviyya Fataliyeva menjadi ikon tim, meraih emas papan satu dengan skor 6/10 dan rating performance 2524.
Fataliyeva sempat menahan Goryachkina dalam duel panjang di final, bertahan hingga 74 langkah dalam ending menteri yang penuh jebakan. Meski akhirnya kalah, ia tetap pulang sebagai pahlawan Azerbaijan.
China: Perunggu Lewat Duel Ketat
China mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah mengalahkan Kazakhstan dalam perebutan medali perunggu. Di bawah komando GM Hou Yifan, mantan juara dunia empat kali, mereka tampil solid meski gagal menembus final.
Hou meraih perak papan satu, sementara WGM Zhai Mo menyumbang perak papan lima. China juga membawa pulang dua medali perunggu lewat IM Song Yuxin (papan dua) dan IM Lu Miaoyi (papan tiga).
Skuad China menunjukkan keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi, dengan Hou Yifan menjadi mentor bagi rising stars seperti Lu Miaoyi.
Kazakhstan: Bintang Muda Bersinar
Kazakhstan tampil mengejutkan dengan menyingkirkan India di perempat final, namun gagal menembus final setelah kalah dari Azerbaijan.
Absennya GM Bibisara Assaubayeva di semifinal karena sakit menjadi pukulan telak. Meski begitu, Kazakhstan tetap pulang dengan tiga medali individu:
- IM Meruert Kamalidenova – emas papan dua (performance 2531)
- WIM Elnaz Kaliakhmet – emas papan enam (7/9)
- WIM Zarina Nurgaliyeva – perunggu papan lima
Medali Individu: Kilau Bintang di Tiap Papan
Penghargaan individu berdasarkan rating performance, dengan syarat minimal lima game klasik. Berikut daftar lengkap peraih medali:
- Papan 1: Ulviyya Fataliyeva (AZE), Hou Yifan (CHN), Padmini Rout (IND)
- Papan 2: Meruert Kamalidenova (KAZ), Lela Javakhishvili (GEO), Song Yuxin (CHN)
- Papan 3: Polina Shuvalova (FIDE), Bella Khotenashvili (GEO), Lu Miaoyi (CHN)
- Papan 4: Meri Arabidze (GEO), Leya Garifullina (FIDE), Savitha Shri B (IND)
- Papan 5: Anna Shukhman (FIDE), Zhai Mo (CHN), Zarina Nurgaliyeva (KAZ)
- Papan 6: Elnaz Kaliakhmet (KAZ)
Nama-nama ini bukan hanya pemenang medali, tetapi juga wajah masa depan catur putri dunia.
Keberhasilan tim FIDE jadi Juara Dunia Beregu Putri adalah bukti dominasi Rusia di panggung catur putri dunia. Dengan skuad penuh pemain Rusia, mereka menunjukkan kedalaman, disiplin, dan teknik kelas dunia.
Namun di balik dominasi itu, turnamen ini juga menghadirkan harapan baru: Azerbaijan mencatat sejarah, Kazakhstan menunjukkan potensi besar, dan China tetap konsisten di papan atas.
