Delapan tim bridge terbaik memastikan lolos ke babak utama Pekan Olahraga (Porprov) XV Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2026, usai memainkan babak kualifikasi, Minggu (23/11/2025).
===
Babak Kualifikasi (BK) cabang olahraga bridge untuk Porprov XV Jabar 2026 resmi berakhir dengan sukses.
Turnamen yang berlangsung di Gedung PKK Kota Bandung, Jalan Sukabumi Dalam, pada 20–23 November 2025 ini menjadi tahap krusial untuk menentukan tim-tim terbaik yang berhak tampil di babak utama Porprov mendatang.
Sebanyak 13 daerah kategori putra dan 8 daerah kategori putri ambil bagian dalam BK kali ini.
Setiap daerah menurunkan enam atlet, atau minimal empat atlet, untuk berkompetisi dalam lima nomor pertandingan: tim putra, tim putri, pasangan putra, pasangan putri, dan pasangan campuran.
Format ini memastikan bahwa setiap kontingen memiliki kesempatan luas untuk menunjukkan kualitas permainan beregu maupun pasangan.
Sistem Pertandingan: Round Robin dan Victory Points
BK bridge Jabar menggunakan sistem round robin, di mana seluruh tim saling berhadapan satu sama lain. Format ini dipilih agar setiap daerah memiliki kesempatan yang adil untuk mengukur kekuatan lawan secara menyeluruh.
Penilaian dilakukan dengan sistem Victory Points (VP), standar internasional yang lazim dipakai dalam pertandingan beregu bridge, baik pada format Swiss maupun round robin. VP memberikan ukuran objektif atas hasil pertandingan, bukan sekadar menang atau kalah, tetapi juga margin skor yang dicapai.
Setelah rangkaian pertandingan round robin, empat tim terbaik berhak melaju ke semifinal dan final BK. Dari hasil akhir, tujuh tim terbaik di masing-masing kategori berhak tampil di Porprov XV/2026. Satu tim lainnya adalah Kota Bekasi yang otomatis mendapat tiket sebagai tuan rumah (wildcard).
Dengan demikian, total ada delapan tim yang akan bersaing di babak utama.
Hasil Kualifikasi Putra: KBB Terbaik
Di kategori putra, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampil sebagai yang terbaik dengan raihan 190,63 VP. KBB menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang BK, mengalahkan lawan-lawannya dengan margin besar.
Posisi kedua ada Kota Bogor dengan 165,83 VP, kemudian Bekasi dengan 161,12 VP. Kota Depok berada di peringkat keempat dengan 155,86 VP, sementara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Cianjur menempati posisi kelima dan keenam dengan masing-masing 154,02 VP dan 152,06 VP.
Kota Bandung melengkapi daftar tujuh besar dengan 134,21 VP.
Di bawah mereka, Kota Tasikmalaya (124,02 VP), Kabupaten Subang (118,40 VP), Kota Cimahi (110,39 VP), Kabupaten Sukabumi (106,42 VP), Kabupaten Kuningan (89,56 VP), dan Kabupaten Purwakarta (36,96 VP) harus tersingkir.
Dengan demikian, tujuh tim putra yang lolos adalah: KBB, Kota Bogor, Bekasi, Kota Depok, Karawang, Cianjur, dan Kota Bandung, plus Bekasi sebagai tuan rumah.
Hasil Kualifikasi Putri: Bandung Dominan
Kategori putri menjadi sorotan karena Kota Bandung tampil sangat dominan. Mereka mengumpulkan 94,25 VP, jauh meninggalkan pesaing terdekat. Keunggulan ini menunjukkan kualitas pembinaan bridge di Bandung yang konsisten melahirkan atlet-atlet tangguh.
Di posisi kedua, Kota Bogor mencatat 85,21 VP. Berikutnya, Kabupaten Subang dengan 81,77 VP di peringkat tiga. Kabupaten Bandung Barat (KBB) menempati posisi keempat dengan 80,07 VP, sementara Kota Tasikmalaya berada di peringkat kelima dengan 79,38 VP.
Bekasi sebagai tuan rumah berada di posisi keenam dengan 66,90 VP, sedangkan Kota Depok melengkapi daftar lolos dengan 57,75 VP. Satu-satunya tim yang gagal adalah Kabupaten Cianjur, yang hanya mengumpulkan 14,67 VP.
Dengan hasil ini, tujuh tim putri yang lolos adalah: Kota Bandung, Kota Bogor, Subang, KBB, Kota Tasikmalaya, Bekasi, dan Kota Depok, ditambah Bekasi sebagai wildcard.
Pelantikan Pengcab Baru
Selain pertandingan, BK Bridge Jabar juga menjadi momentum penting bagi organisasi. Pengprov GABSI Jabar melantik dua ketua pengurus cabang (Pengcab) baru. Melky Ligouw sebagai Ketua GABSI Kota Depok dan Mamat Rahmat sebagai Ketua GABSI Kabupaten Bogor.
Sekretaris Umum Pengprov GABSI Jabar, Dr. Ir. Kurnia Praja memimpin proses pelantikan, juga bertindak sebagai technical delegate (TD) cabor bridge Porprov XV/2025.
Langkah ini memperkuat struktur organisasi dan pembinaan di tingkat daerah, sehingga kualitas atlet bridge Jabar semakin meningkat.
Porprov Menanti
Babak Kualifikasi Bridge Jabar 2025 bukan hanya sukses secara teknis, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan bridge di Jawa Barat.
Dengan sistem pertandingan yang transparan, penilaian VP yang objektif, dan partisipasi luas dari 13 daerah putra serta 8 daerah putri, BK ini menjadi miniatur Porprov.
Delapan tim terbaik kini siap melangkah ke Porprov XV Jabar 2026. Kota Bandung dan KBB tampil sebagai unggulan, tetapi kejutan dari Bogor, Depok, atau bahkan Subang tetap terbuka. Dengan dukungan organisasi yang semakin solid, termasuk pelantikan pengurus cabang baru, masa depan bridge Jawa Barat terlihat cerah.
Manado Raih Emas Bridge Beregu Putra Porprov XII Sulut 2025