Andrey Esipenko Lolos ke Turnamen Kandidat 2026

Andrey Esipenko (Rusia) memastikan tiket ke Turnamen Kandidat 2026 setelah menundukkan Nodirbek Yakubboev (Uzbekistan) di partai perebutan tempat ketiga World Cup 2025, Selasa (25/11/2025)

Esipenko menang dua kali dalam dua game catur klasik. Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Rusia.

Dengan keberhasilan ini, Esipenko bergabung dengan tujuh pecatur lainnya. Mereka adalah Fabiano Caruana, Anish Giri, Matthias Bluebaum, Javokhir Sindarov, Wei Yi, Rameshbabu Praggnanandhaa dan Hikaru Nakamura.

Mereka akan memperebutkan kesempatan menghadapi juara dunia saat ini asal India, Gukesh Dommaraju.

Pada perebutan gelar juara Piala Dunia Catur 2025, Javokhir Sindarov (Uzbekistan) vs Wei Yi (China), dua pemain bermain remis di dua game catur klasik. Penentuan pemenang akan berlangsung ke babak tie break hari berikutnya.

Kemenangan ini menempatkan Esipenko sebagai juara tiga sekaligus mengamankan kursi terakhir menuju panggung kandidat.

Pada game pertama, Andrey Esipenko yang memainkan buah putih memulai pertarungan dengan pembukaan e4. Nodirbek Yakubboev membalas dengan pertahanan sisilia.

Tema permainan kemudian menjadi Four Knights Variation. Usai pertukaran menteri di langkah 21, terjadi endgame dua benteng dengan gajah petak hitam melawan dua benteng dengan kuda. Keduanya memiliki enam pion. Lewat pertarungan ketat, Nodirbek Yakubboev akhirnya menyerah di langkah 38, usai kudanya terjebak.

Pada game kedua, giliran Yakubboev memegang buah putih. Dia memulai permainan dengan pembukaan reti. Tema permainan kemudian bertransformasi menjadi King’s Indian Attack: Yugoslav Variation.

Esipenko mulai mendapat keunggulan di langkah ke 11, ketika Yakubboev dengan berani menukar gajah fianchetto-nya dengan kuda. Yakubboev menyerah di langkah 26 setelah gagal mencegah skakmat.

Kemenangannya atas Yakubboev di perebutan tempat ketiga, seakan mengobati kekecewaannya di babak semifinal saat melawan wakil China, Wei Yi.

Bermain imbang dua kali di dua game catur klasik, pertarungan harus berlanjut ke babak catur cepat 15 menit. Pada game pertama keduanya bermain imbang. Pada game kedua, hingga langkah ke 54. Esipenko sudah unggul besar dalam babak endgame, benteng dan kuda.

Esipenko punya tiga pion berbanding satu pion.  Namun, entah apa yang terjadi, dia melakukan blunder. Pada langkah ke 56, dia bukan menyelamatkan bentengnya yang sedang terancam, tapi memajukan pion.

Seketika Wei Yi langsung menyambar benteng gratisnya dengan kuda. Esipenko langsung menyerah, dia sempat mematung beberapa saat, tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Beruntung blunder itu terjadi di semifinal, sehingga Esipenko masih punya kesempatan kedua. Jika di babak sebelumnya, kesempatan meraih tiket turnamen kandidat pasti sudah sirna.

Perjalanan Andrey Esipenko di Piala Dunia Catur 2025 kali ini memang sangat impresif.

Memulai perjalanan dari babak kedua, dia dengan mudah mengalahkan peserta turnamen kandidat 2024, Nijat Abasov (Azerbaijan) 2-0. Selanjutnya pada babak ketiga dia menyingkirkan wakil Iran, Pouya Idani, 3,5-2,5.

Namanya mulai menjadi perhatian ketika di babak keempat dia mengusir pulang unggulan pertama, Vincent Keymer (Jerman) 4-2.

Selanjutnya pada babak 16 besar dia menundukkan pecatur senegaranya, Aleksey Grebnev—yang secara mengejutkan menyingkirkan unggulan Maxime Vachier-Lagrave (Prancis)—2,5-1,5.

Pada babak perempat final, giliran pecatur asal Amerika Serikat, Sam Shankland yang terkena sengatannya. Esipenko menang 4-2 sekaligus membalaskan kekalahan rekannya Daniil Dubov yang disingkirkan Shankland di babak 16 besar.

Profil Singkat Andrey Esipenko

Andrey Evgenyevich Esipenko (lahir 22 Maret 2002 di Novocherkassk, Rusia) adalah salah satu Grandmaster muda paling berbakat dari generasi baru catur Rusia. Ia mulai bermain sejak usia lima tahun dan cepat menorehkan prestasi internasional.

Esipenko menjuarai Eropa U10 (2012), lalu menggandakan gelar di Eropa U16 dan Dunia U16 (2017). Pada 2018, ia resmi menyandang titel Grandmaster setelah mengumpulkan norma GM di usia 16 tahun.

Kariernya mencuat ke panggung dunia pada Tata Steel Masters 2021, ketika ia mengalahkan juara dunia Magnus Carlsen dengan gaya agresif khas Keres Attack.

Kemenangan itu menjadikannya sorotan global dan simbol kebangkitan generasi baru Rusia. Selain itu, ia juga tampil konsisten di berbagai ajang besar seperti Gibraltar Masters 2020, Chess World Cup 2021, hingga Airthings Masters 2022.

Esipenko dikenal sebagai pecatur dengan gaya posisional solid namun berani mengambil risiko ketika melihat celah taktis. Ia juga aktif di kejuaraan nasional Rusia, beberapa kali finis di papan atas Superfinal.

Pada Qatar Masters 2024, ia meraih gelar internasional bergengsi dengan skor 7,5/9, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain elit dunia.

Kini, dengan pencapaian sebagai juara tiga World Cup 2025 usai menundukkan Nodirbek Yakubboev, Esipenko resmi mengamankan tiket ke Candidates Tournament 2026. Ia menempati posisi nomor tiga Rusia di bawah Ian Nepomniachtchi dan Dmitry Andreikin.

Kini dia jadi harapan Rusia di panggung perebutan gelar juara dunia, untuk mengembalikan kiblat catur ke negaranya.

Namun, dia harus melewati satu turnamen terbesar dalam karirnya, turnamen Kandidat 2026.

Turnamen Kandidat 2026 akan digelar di Paphos, Siprus, pada 28 Maret–16 April 2026 dengan format double round-robin yang mempertemukan delapan pecatur elit dunia.

Setiap peserta akan saling berhadapan dua kali, bergantian memainkan buah putih dan hitam, sehingga total ada 14 ronde penuh tekanan.

Ajang ini menjadi penentu siapa yang berhak menantang juara dunia saat ini, Gukesh Dommaraju, dalam Kejuaraan Dunia Catur 2026.

Javokhir Sindarov dan Wei Yi Lolos ke Turnamen Kandidat 2026

 

Tinggalkan komentar