Faustino Oro, pecatur muda asal Argentina yang dijuluki Messi of Chess, kini tengah memburu gelar Grandmaster termuda sepanjang sejarah.
Waktu memang semakin menipis, namun dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, peluang Oro untuk menggenggam gelar prestisius tersebut tampak kian nyata dan tinggal menunggu saatnya tiba.
====
Nama Faustino Oro kini menjadi sorotan dunia catur. Bocah asal Buenos Aires, Argentina, lahir 14 Oktober 2013, pernah mencatatkan sejarah sebagai International Master termuda sepanjang masa pada Juni 2024 di usia 10 tahun, 8 bulan, dan 16 hari.
Rekor ini sempat menjadi tonggak penting, meski kemudian dipecahkan oleh Roman Shogdzhiev dari Rusia pada Mei 2025.
Namun fokus utama Oro kini bukan lagi soal IM termuda, melainkan mengejar rekor yang lebih bergengsi: Grandmaster termuda sepanjang sejarah, rekor yang saat ini dipegang oleh Abhimanyu Mishra (12 tahun 4 bulan,25 hari).
Faustino Oro menuju GM Termuda Sepanjang Sejarah
Untuk meraih gelar GM, seorang pecatur harus memenuhi tiga syarat:
- Rating FIDE minimal 2500.
- Tiga norma GM dari turnamen resmi.
- Persetujuan FIDE setelah syarat terpenuhi.
Oro sudah menembus rating 2500 dan meraih norma GM pertama pada September 2025. Kini ia sedang mengejar norma kedua di kejuaraan Argentina, di mana ia butuh 8,5 poin untuk mengunci hasil. Jika sukses, ia hanya perlu satu norma lagi untuk resmi menyandang gelar GM.
Peluang di Piala Dunia 2025
Sebenarnya, Oro bisa langsung meraih gelar GM di FIDE World Cup 2025. Aturan FIDE menyatakan bahwa jika Oro menembus babak 16 besar otomatis berhak atas gelar GM.
Faustino Oro tampil impresif di Goa, India, dengan menyingkirkan GM Ante Brkic di babak pertama melalui tiebreak dramatis. Ia menjadi pemain termuda yang pernah lolos ke babak kedua World Cup.
Namun langkahnya terhenti di babak ketiga. Oro kalah dari GM Vidit Santos Gurathi, salah satu pecatur elite India yang kini masuk jajaran top dunia. Kekalahan ini menutup peluang Oro meraih gelar GM instan di World Cup, tetapi tetap menegaskan bahwa ia sudah mampu bersaing di level tertinggi.
Perbandingan dengan Rekor Mishra
Rekor GM termuda saat ini dipegang oleh Abhimanyu Mishra, yang meraih gelar pada usia 12 tahun 4 bulan 25 hari.
Dengan ulang tahun ke-12 pada Oktober 2025, Oro memiliki waktu hingga sekitar Maret 2026 untuk memecahkan rekor tersebut. Artinya, ia masih punya cukup waktu untuk mengamankan dua norma GM yang tersisa.
Rekor GM termuda Sepanjang Sejarah
Sejarah catur dunia mencatat sejumlah nama fenomenal yang berhasil meraih gelar Grandmaster (GM) pada usia yang sangat belia. Pencapaian ini bukan hanya menunjukkan bakat luar biasa, tetapi juga hasil dari dukungan federasi, disiplin latihan, dan kesempatan tampil di turnamen bergengsi.
Berikut lima pecatur termuda yang pernah meraih gelar GM:
- Abhimanyu Mishra (Amerika Serikat)
- Usia: 12 tahun, 4 bulan, 25 hari
- Tahun: 2021
- Sergey Karjakin (Ukraina)
- Usia: 12 tahun, 7 bulan, 0 hari
- Tahun: 2002
- Gukesh Dommaraju (India)
- Usia: 12 tahun, 7 bulan, 17 hari
- Tahun: 2019
- Yagiz Kaan Erdogmus (Turki)
- Usia: 12 tahun, 9 bulan, 29 hari
- Tahun: 2024
- Javokhir Sindarov (Uzbekistan)
- Usia: 12 tahun, 10 bulan, 5 hari
- Tahun: 2018
Peran Federasi
Sejarah menunjukkan bahwa dukungan federasi nasional sangat menentukan keberhasilan seorang pecatur meraih gelar.
Lihat bagaimana Federasi Catur India membuat sebuah turnamen khusus di Chennai, agar Gukesh Dommaraju mendapatkan tambahan poin untuk lolos turnamen kandidat dari jalur FIDE Circuit 2024.
Hasilnya luar biasa: ia tidak hanya lolos, tapi juara turnamen kandidat 2024 dan selanjutnya merebut gelar juara dunia usai mengalahkan Ding Liren. Itu menjadikannya meraih 2 rekor yakni Juara Turnamen Kandidat Termuda dan Juara Dunia Termuda sepanjang sejarah.
Sama halnya dengan perhatian Federasi Catur China ketika membuatkan turnamen khusus untuk Ding Liren tahun 2022. Meski punya rating tertinggi saat itu di peringkat dua dunia, Ding lama tidak aktif bermain catur klasik, karena pandemi Covid 19. Hal itu membuatnya terancam tak bisa tampil di turnamen kandidat 2022.
Federasi Catur China kemudian turun tangan dan membereskan masalah tersebut. Ding Liren kemudian berhasil menjadi peserta turnamen kandidat dan menjadi runner up lalu mengantarkannya ke Kejuaraan dunia 2023. Ding Liren menjadi juara dunia setelah mengalahkan Ian Nepomniachtchi.
Argentina kini berada di posisi serupa. Jika federasi catur Argentina memberi dukungan penuh—menyediakan turnamen, sponsor, dan kesempatan tampil di arena internasional—maka jalur Oro menuju GM termuda akan terbuka lebar.
Analisis Realistis
Dengan norma pertama sudah diraih, rating 2500 sudah ditembus, dan peluang besar meraih norma kedua di Argentina, jalur Oro sangat realistis. Ia hanya perlu satu turnamen lagi untuk mengunci norma ketiga. Kalender turnamen internasional 2026 memberi banyak kesempatan, sehingga target ini bukan mustahil.
Melihat data dan tren, sulit untuk menyangkal bahwa Faustino Oro akan mencetak sejarah dan menjadi GM Termuda sepanjang sejarah pada bulan Februari atau awal Maret 2026.
Permainan Oro sekarang memang sudah stabil dan berada di level elite. Mungkin umurnya masih anak-anak, tapi permainannya sudah seperti grandmaster dewasa kebanyakan. Dia bahkan sudah berulangkali mengalahkan grandmaster yang berusiah jauh di atasnya.
Faustino Oro memiliki waktu hingga Maret 2026 untuk memecahkan rekor GM termuda sepanjang sejarah. Dengan satu norma GM sudah di tangan, rating 2500 sudah ditembus, dan peluang besar meraih norma kedua di Argentina, jalur menuju rekor itu sangat realistis.
Sejarah membuktikan bahwa dukungan federasi adalah faktor penentu. Jika Argentina memberi perhatian penuh, maka jawabannya jelas: Faustino Oro akan menjadi grandmaster termuda sepanjang sejarah.
Kisah Garry Kasparov dan Anatoly Karpov: Dari Rival Menjadi Karib
