Kisah Garry Kasparov dan Anatoly Karpov: Dari Rival Menjadi Karib

Ketika Garry Kasparov muda menantang Juara dunia, Anatoly Karpov di panggung dunia pada tahun 1984, dunia menyaksikan lahirnya duel abadi. Namun siapa sangka, setelah puluhan tahun saling berhadapan, keduanya justru menemukan sesuatu yang lebih berharga dari kemenangan: persahabatan

Anatoly Karpov dan Garry Kasparov adalah dua nama besar dalam sejarah catur dunia. Karpov, maestro strategi posisional yang dingin dan metodis, menjadi juara dunia sejak 1975 setelah Bobby Fischer mundur dari pertandingan.

Sementara Kasparov, anak ajaib dari Baku yang penuh energi dan agresi, muncul sebagai penantang muda paling berbahaya di awal 1980-an. Duel kejuaraan dunia 1984 yang kontroversial, menjadikan Kasparov dan Karpov sebagai rivalitas paling legendaris dalam duni olahraga.

Awal Rivalitas: Anak Ajaib Menantang Sang Maestro

Tahun 1980, Garry Kasparov yang baru berusia 17 tahun masuk tim Olimpiade Uni Soviet di Valletta, Malta. Ia bergabung dengan para legenda: Mikhail Tal, Lev Polugaevsky, Efim Geller, Yuri Balashov, dan sang juara dunia Anatoly Karpov. Tim ini tampil perkasa, menjuarai Olimpiade Catur ke-24. Publik mulai berbisik: Kasparov adalah penerus takhta Karpov.

Ramalan itu terbukti. Tahun 1983, Kasparov menjuarai turnamen kandidat, menyingkirkan Viktor Korchnoi dan Vassily Smyslov. Tahun berikutnya, ia menantang Karpov dalam perebutan gelar juara dunia.

Pertemuan ini menjadi salah satu duel paling kontroversial: pertandingan dihentikan setelah 48 partai, dengan Karpov unggul 5-3 namun belum mencapai target 6 kemenangan. Keputusan Presiden FIDE Florencio Campomanes memicu tuduhan saling menjatuhkan. Rivalitas pun resmi lahir.

Duel Abadi: Lima Pertemuan Juara Dunia

Kasparov akhirnya merebut mahkota pada 1985. Dalam tiga rematch berikutnya (1986, 1987, 1990), Karpov selalu kalah, meski perlawanan sengit. Total mereka memainkan 144 partai kejuaraan dunia, rekor yang belum tertandingi.

  • 1985: Kasparov merebut gelar, menjadi juara dunia termuda (22 tahun).
  • 1986: Kasparov mempertahankan gelar dengan skor tipis.
  • 1987: Duel dramatis, Kasparov harus menang di partai terakhir.
  • 1990: Pertemuan terakhir, Kasparov tetap unggul.

Rivalitas ini disebut oleh jurnalis Leontxo García sebagai “bukan hanya yang terbesar dalam catur, tetapi dalam seluruh olahraga.”

Tahun 1993: Dua Juara Dunia Sekaligus

Inilah babak paling unik dalam sejarah catur. Kasparov dan Nigel Short menolak campur tangan FIDE dan menggelar pertandingan di bawah bendera Professional Chess Association (PCA). Kasparov menang telak 12,5–7,5.

FIDE merespons dengan mencabut gelar Kasparov dan menggelar pertandingan tandingan antara Anatoly Karpov vs Jan Timman. Karpov menang 12,5–8,5.

Hasilnya, dunia catur memiliki dua juara dunia resmi sekaligus:

  • Garry Kasparov sebagai juara dunia PCA.
  • Anatoly Karpov sebagai juara dunia FIDE.

Fenomena ini belum pernah terjadi sebelumnya. Selama beberapa tahun, dunia catur terbelah.

Dari Lawan Menjadi Sahabat

Rivalitas meluas ke ranah politik catur. Tahun 1992, Kasparov mendukung Arkady Murashov sebagai Presiden Federasi Catur Rusia, sementara Karpov mendukung Leonid Abalkin. Konflik ini berimbas pada Olimpiade Manila, di mana Karpov enggan bergabung dengan tim Rusia.

Tahun 1994, Kasparov semakin dominan dengan mengontrol tim Olimpiade Rusia, bahkan melarang Karpov ikut serta. Rivalitas mereka kini bukan hanya di papan catur, tetapi juga di arena politik organisasi.

Karpov akhirnya melepaskan gelar FIDE pada 1998 karena kecewa pada organisasi. Kasparov sendiri kehilangan gelar tahun 2000 setelah dikalahkan Vladimir Kramnik. Tahun 2005, Kasparov pensiun dari catur dan terjun ke politik, menentang rezim Vladimir Putin.

Tahun 2007, ia ditangkap polisi Rusia. Di sinilah terjadi momen mengejutkan: Karpov datang ke penjara untuk memberi dukungan, meski hanya bisa menitipkan majalah catur. Kasparov kemudian memuji kerendahan hati rival lamanya.

Inilah titik balik. Jika sebelumnya hubungan mereka hanya sebatas rivalitas, kini muncul benih persahabatan. Kasparov menyadari bahwa Karpov, yang selama dua dekade menjadi lawan terberatnya, adalah orang pertama yang menunjukkan solidaritas ketika ia ditindas politik.

Pertemuan publik mereka di Valencia tahun 2009 memperlihatkan sisi baru hubungan ini. Meski Kasparov kembali menang dengan skor 9-3, suasana lebih bersahabat.

Tahun 2010, Kasparov bahkan mendukung Karpov dalam pencalonan Presiden FIDE. Meski keduanya kalah dari Kirsan Ilyumzhinov, momen itu menandai transformasi rivalitas menjadi solidaritas.

Warisan Dua Legenda

Warisan rivalitas Karpov–Kasparov begitu monumental hingga melampaui papan catur. Pertandingan kejuaraan dunia 1984 yang berlangsung selama 159 hari tercatat sebagai duel terpanjang dalam sejarah catur profesional, sebuah maraton mental yang menguras energi kedua pemain.

Sepanjang karier mereka, Karpov dan Kasparov memainkan total 144 partai resmi dalam perebutan gelar juara dunia, dengan Kasparov unggul tipis dalam skor keseluruhan.

Tahun 1993 menjadi babak unik ketika dunia catur memiliki dua juara dunia sekaligus: Kasparov sebagai juara versi PCA setelah menyingkirkan Nigel Short, dan Karpov sebagai juara versi FIDE setelah mengalahkan Jan Timman.

Rivalitas ini bukan sekadar soal gelar, tetapi juga simbol ideologi: Karpov adalah representasi sistem Soviet yang mapan, sementara Kasparov menjadi ikon reformasi dan kebebasan individu. Dampaknya terasa global, memicu ledakan minat catur di Barat dan Timur, menjadikan olahraga pikiran ini begitu populer di era 1980–1990.

Meski pandangan politik mereka bertolak belakang, hubungan pribadi tetap dberlandaskan rasa hormat. Kasparov bahkan pernah berkata, “Tanpa Karpov, saya bukanlah Kasparov yang dikenal dunia,” sebuah pengakuan tulus bahwa rival sejati bisa menjadi sahabat paling berharga.

Kisah Karpov–Kasparov adalah epos tentang ambisi, rivalitas, dan akhirnya persahabatan. Dari duel maraton yang melelahkan hingga pertemuan penuh empati di penjara, mereka menunjukkan bahwa bahkan rivalitas paling keras bisa berakhir dengan penghormatan.

Persahabatan mereka adalah pelajaran: bahwa lawan sejati bisa menjadi sahabat paling tulus. Bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal gelar, tetapi juga soal kemanusiaan.

Mengulas Peluang 8 Peserta Turnamen Kandidat 2026

 

Tinggalkan komentar