Tim DKI Jakarta menahbiskan diri sebagai kontingen terbaik dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge ke-60 yang bergulir pada 17 hingga 26 September 2026 di Mamuju.
Seluruh rangkaian kompetisi asah otak ini berpusat di satu lokasi utama, yakni Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, menyusul pembatalan rencana penggunaan area Maleo Town Square (Matos).
Skuat ibu kota mendominasi dua nomor paling bergengsi, yaitu kategori Antar Provinsi dan kategori Antar Kab/Kota Kelas A.
Meskipun menyajikan tensi kompetisi yang tinggi, panitia pelaksana menghadapi tantangan besar terkait penurunan kuantitas kepesertaan. Lokasi pelaksanaan yang jauh serta tingginya beban biaya akomodasi dan transportasi membuat sejumlah pengurus daerah memilih absen dari turnamen nasional ini.
Kejutan besar mewarnai arena pertandingan saat tim Gabmo (Gabungan Bridge Manado) mencatatkan tren minor. Datang dengan reputasi mentereng sebagai raja Kelas A, tim bentukan pengurus Manado ini justru gagal menembus babak empat besar (semifinal) meski hanya melibatkan delapan tim peserta.
Hasil buruk ini menjadi catatan kelam skuad Gabmo setelah sebelumnya juga menyerah dari rival abadi mereka, DKI Jakarta, pada partai puncak kategori Antar Provinsi.
Sebaliknya, Kota Ambon tampil impresif dengan merebut podium tertinggi di nomor Antar Kab/Kota Kelas B.
Sementara itu, performa luar biasa dari tim beregu campuran Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang menembus babak final, sebelum akhirnya harus mengakui ketangguhan tim Semarang di partai puncak.
Di luar meja pertandingan, ruang sidang Musyawarah Nasional (Munas) GABSI melahirkan nakhoda baru. Para pemilik suara resmi mengukuhkan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, M.Hum sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) periode 2026–2030.
Verdianto terpilih secara aklamasi untuk menggantikan posisi ketua umum demisioner, Syarif Bastaman.
Proses musyawarah mufakat yang melibatkan perwakilan 22 Pengprov serta 74 Kabupaten/Kota berhasil menyatukan suara forum. Dinamika pemilihan sebelumnya sempat mempertemukan visi strategis Verdianto dengan Dr. Ir. Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan).
Berikut adalah rekapitulasi hasil lengkap podium juara Kejurnas Bridge ke-60 Mamuju 2026 berdasarkan data resmi kepanitiaan:
Kategori Antar Provinsi
Sektor supremasi tertinggi yang mempertemukan tim-tim terbaik bentukan Pengurus Provinsi (Pengprov) GABSI.
Open (7 Tim)
- Juara 1: DKI Jakarta
- Juara 2: Sulawesi Utara (Sulut)
- Juara 3: Jawa Tengah (Jateng)
- Peringkat 4: Sulawesi Tengah (Sulteng)
Mixed / Putri (8 Tim)
- Juara 1: DKI Jakarta
- Juara 2: Sulawesi Utara (Sulut)
- Juara 3: Kalimantan Barat (Kalbar)
Junior (4 Tim)
- Juara 1: Sulawesi Utara
- Juara 2: DI Yogyakarta
- Juara 3:: Gorontalo
Kategori Antar Kabupaten/ Kota
Sektor kompetisi yang memetakan kekuatan pembinaan pengurus tingkat kabupaten dan kota di Indonesia.
Kelas A (8 Tim)
- Juara 1: Jakarta Selatan (Jaksel)
- Juara 2: Jakarta Pusat (Jakpus)
- Juara 3: Semarang
- Peringkat 4: Palu
Kelas B (10 Tim)
- Juara 1: Kota Ambon
- Juara 2: Kabupaten Minahasa
- Juara 3: Kabupaten Maros
- Peringkat 4: Tana Toraja
Beregu Campuran (8 Tim)
- Juara 1: Kota Semarang
- Juara 2: Kabupaten Minahasa Utara (Minut)
Junior (3 Tim)
- Juara 1: Kota Manado
- Juara 2: Kota Tomohon
- Juara 3: Kota Kendari
Senior (1 Tim)
- Juara 1: Gabmo Senior (Komisi teknik mengesahkan gelar juara ini karena tim berhasil menembus syarat akumulasi batas minimal Victory Points atau VP sesuai regulasi ketat turnamen).
Kategori Antar Perkumpulan (22 Tim)
Kompetisi terbuka skala nasional yang mempertemukan barisan klub bridge independen terbaik.
- Juara 1: Alunand (Klub Alumni Universitas Andalas)
- Juara 2: Djarum Super
- Juara 3: Raewaya Sulut
