Pesta persaudaraan sekaligus kompetisi komunitas catur tanah air bertajuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Indonesia 2026 resmi berakhir. Rangkaian Kejurnas ke-51 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-46 berlangsung pada 23–28 Oktober di Kota Serang, Banten.
Panggung terbesar adu taktik permainan para raja itu berpusat di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin. Sementara itu, PB Percasi menggelar Rakernas di Hotel Le Dian, Sabtu (24/10/2026).
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, membuka secara resmi pergelaran ini, pada Jumat (23/10/2026) malam. Pada upacara penutupan, giliran Gubernur Banten, Andra Soni yang hadir menyapa para pecinta catur Indonesia, Rabu (28/10/2026).
Wakil Ketua Umum PB Percasi, Ahmad Ramadhan, tampak begitu sibuk sebagai penyelenggara. Sayang, Ketum Percasi, Agustiar Sabran tak bisa bersama dengan komunitas catur Indonesia dalam Kejurnas Catur kali ini.
Ini terkait agenda padatnya sebagai Gubernur Kalimantan Tengah di Hari Sumpah Pemuda dan penanganan bencana Karhutla.
Kejurnas Catur Banten 2026 adalah kali pertama di bawah kepengurusan Agustiar Sabran selau Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030 yang terpilih secara aklamasi April 2026.
Animo peserta tak tanggung-tanggung, melibatkan 964 pecatur dari 34 provinsi se-Indonesia di 17 kategori.
Rakernas ke-46 menyepakati sejumlah keputusan signifikan. Pertama, penetapan cetak biru prakualifikasi berbasis zonasi menuju PON 2028 NTB-NTT demi pemerataan atlet.
Kedua, persiapan Liga Catur Nasional profesional yang rencananya bergulir April 2027. Selanjutnya, pembentukan Komisi Disiplin super ketat guna memberantas praktik pengaturan skor (match-fixing).
Terakhir menunjuk secara resmi Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas ke-52 dan Rakernas 2027 mendatang.
===
USAI melewati seminggu yang menguras energi dan pikiran, memelototi 32 bidak dalam petak hitam putih 8×8, sejumlah nama berhak naik ke atas podium.
Para langganan juara tampaknya belum tergeser dari monopoli dominasi di kancah nasional, terlebih untuk kategori kelompok umur. Claudio Lasama, Samantha Edithso, Kenny Horasino Bach, dan Jefany Sheryl Kichi Makalew tak menemui lawan tangguh yang seumuran.
Pada sektor open, masa depan catur Indonesia, IM Satria Duta Cahaya, tampil sebagai juara setelah unggul satu poin atas GM Novendra Priasmoro yang menempati posisi kedua.. Absennya dua Grandmaster Indonesia lainnya, Susanto Megaranto dan Sean Winshand Cuhendi membuat langkah Satria semakin mudah.
Memulai turnamen sebagai unggulan keenam, Satria langsung tancap gas. Pecatur yang menahan remis juara dunia Dommaraju Gukesh di Piala Dunia Catur September 2026 lalu, langsung mencatat delapan kemenangan beruntun. Satria bahkan sudah memastikan medali emas dalam genggamannya, meski masih menyisakan satu babak.
Pada babak terakhir, Master Nasional asal Lampung, Hudallah berhasil memaksa Satria berbagi poin, menggagalkan raihan paripurna.
Pada kategori Wanita, Indonesia tampaknya akan banyak berharap kepada WIM Shafira Devi Herfesa, atlet muda bertalenta asal Yogyakarta.
Ia menjadi juara kategori ini mengungguli 4 rival sekaligus sahabatnya asal DKI Jakarta. WCM Thedora Paulina Walukow, WGM Laysa Latifah, WIM Ummi Fisabilillah dan WPM Aulia Rochmah berjejer di belakangnya.
Sepeninggal dua ratu catur Indonesia, IM Irene Kharisma Sukandar dan IM Medina Warda Aulia yang makin sibuk usai menikah, Shafira terlihat terus berkembang.
Tahun 2024, Shafira Devi Herfesa meraih medali emas catur standar perseorangan putri pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut dan juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur U-19 Putri.
Setahun berselang, ia mengukir prestasi fenomenal dengan menjuarai kategori putri Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia. Keberhasilan itu otomatis memberinya tiket ke turnamen bergengsi, Piala Dunia Catur Wanita (FIDE Women’s World Cup).
Tahun 2026, Shafira masuk tim Olimpiade Catur FIDE 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Bersama WGM Laysa Latifah, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite, WIM Ummi Fisabilillah dan WFM Diajeng Theresa Singgih, mereka membawa harum nama Indonesia.
Tim catur putri Indonesia berhasil finis di peringkat ke-19 dunia dari total 189 negara peserta.
Naik signifikan 40 peringkat dari edisi Olimpiade Catur 2025 sebelumnya. Putri Indonesia mengumpulkan total 30 poin papan dari 11 babak pertandingan dengan catatan 7 kemenangan, 1 kali remis dan 3 kekalahan.
Kembali ke arena Kejurnas Catur Banten 2026, sekarang menarik menunggu kelanjutan karir WFM Samantha Edithso yang juara di KU-19 Putri. Profil Mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2025 ini juga tak kalah mentereng.
Saat berusia 10 tahun, ia sukses merebut 2 gelar Juara Dunia. Catur Cepat U-10 di Belarusia (Juni 2018) dan Catur Klasik U-10 di Spanyol (November 2018).
Setahun sebelumnya, ia merebut medali emas Asian Schools Chess Championship di Tiongkok KU-17 saat masih 9 tahun. Samantha melompati 4 kelompok umur di atasnya dan membawa pulang medali emas.
Sementara itu pada kategori veteran, FM R. Syarif Mahmud melakukan back to back, usai mempertahankan mahkota juaranya.
Tak berlebihan jika FM R. Syarif Mahmud mengingatkan publik catur kepada GM Vasyl Ivanchuk, asal Ukraina. Juara Jakarta lima kali ini masih mumpuni dengan kalkulasi dan teori catur di usia 66 tahun.
Secara keseluruhan, DKI Jakarta kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur Banten 2026 dengan 6 medali emas. Banten dengan 3 emas dan 1 perak di posisi runner up dan DI Yogayakarta dengan 3 emas di posisi tiga.
Klasemen Akhir Medali Kejurnas Catur Banten 2026
- DKI Jakarta : 6 Emas, 4 Perak, 7 Perunggu
- Banten : 3 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
- D.I. Yogyakarta : 3 Emas, 0 Perak, 1 Perunggu
- Jawa Timur : 2 Emas, 6 Perak, 4 Perunggu
- Jawa Barat : 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu
- Kalimantan Timur : 1 Emas, 0 Perak, 0 Perunggu
- Jawa Tengah : 0 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu
- Kalimantan Selatan : 0 Emas, 1 Perak, 0 Perunggu
- Kalimantan Tengah : 0 Emas, 0 Perak, 1 Perunggu
Hasil Lengkap 5 Besar Per Kategori Kejurnas Catur Banten 2026
- Kategori Open (Terbuka)
- IM Satria Duta Cahaya (DKI Jakarta) — 8,5 Pts
- GM Novendra Priasmoro (DKI Jakarta) — 7,5 Pts
- IM Gilbert Elroy Tarigan (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- IM Aditya Bagus Arfan (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- NM Hudallah (Lampung) — 7,0 Pts
- Kategori Wanita
- WIM Shafira Devi Herfesa (D.I. Yogyakarta) — 8,5 Pts
- WCM Thedora Paulina Walukow (DKI Jakarta) — 8,0 Pts
- WGM Laysa Latifah (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- WIM Ummi Fisabilillah (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- WPM Aulia Rochmah (DKI Jakarta) — 6,0 Pts
- Kategori Veteran (Usia 60+)
- FM R. Syarif Mahmud (DKI Jakarta) — 8,0 Pts
- NM Mirwansyah (Kalimantan Selatan) — 6,5 Pts
- NM Jesman Sijabat (Banten) — 6,5 Pts
- FM Hamdani Rudin (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- La Riata Sifadi (Sulawesi Tenggara) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 19 Tahun Putra (KU-19 Pa)
- NM Claudio Lasama (DKI Jakarta) — 8,0 Pts
- Zagar Rasyaad Syahdhi Yaulhaq (Jawa Timur) — 6,5 Pts
- Muhammad Dzikri Khoirul (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- FM Reynard Kristopher (Banten) — 6,0 Pts
- Amadeus Dharmaputra Kusumo (DKI Jakarta) — 5,5 Pts
- Kelompok Umur 19 Tahun Putri (KU-19 Pi)
- WFM Samantha Edithso (Jawa Barat) — 8,0 Pts
- Defani Natalia Ningrum (Jawa Timur) — 6,5 Pts
- Clementia Adeline (DKI Jakarta) — 6,0 Pts
- WNM Salwa Nadia Maharani (Jawa Timur) — 6,0 Pts
- Avita Ayu Pratiwi (Jawa Timur) — 5,5 Pts
- Kelompok Umur 17 Tahun Putra (KU-17 Pa)
- PM Steven Tan (DKI Jakarta) — 7,5 Pts
- PM As Syahsyah Syakish Thirof (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- PM Uriel Noah Oloan Sidabutar (DKI Jakarta) — 6,5 Pts
- Sebastian Alexander Eka Cahyana (Jawa Tengah) — 6,5 Pts
- Veyron Fraser Saerang (Banten) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 17 Tahun Putri (KU-17 Pi)
- Cherisha Divina Wijaya (Kalimantan Timur) — 7,0 Pts
- Kamila Nayata Izzy (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- Jessica Angelia (D.I. Yogyakarta) — 6,5 Pts
- Shifania Aulia Cahyono (D.I. Yogyakarta) — 6,0 Pts
- Quinsha Adinda Syahirah (Sumatera Selatan) — 6,0 Pts
- Kelompok Umur 15 Tahun Putra (KU-15 Pa)
- PM Kenny Horasino Bach (D.I. Yogyakarta) — 8,0 Pts
- Dominicus Winston Lin (DKI Jakarta) — 7,5 Pts
- PM Rafa Firjatullah (Kalimantan Tengah) — 7,0 Pts
- Almagro Hasian Gultom (DKI Jakarta) — 6,5 Pts
- Fahmi Febriansyah (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 15 Tahun Putri (KU-15 Pi)
- WPM Chavi Alisha Egbert Dawn (D.I. Yogyakarta) — 7,5 Pts
- Virly Chalysta Aprilia (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- WPM Claretta Nathania Handoko (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- WPM Josephine Grace Rondonuwu (Jawa Timur) — 6,5 Pts
- Nazla Haura Sakhi (Banten) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 13 Tahun Putra (KU-13 Pa)
- I Kadek Dhanvant Keene Anggaswar (Banten) — 8,0 Pts
- Alfan Rosyid ‘Abdulloh Mu’Thy (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- Safin Aldebaran Amir (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- Davin Belmiro Azfar (Jawa Barat) — 7,0 Pts
- Georgio Gabe Butarbutar (DKI Jakarta) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 13 Tahun Putri (KU-13 Pi)
- WPM Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew (Jawa Timur) — 8,5 Pts
- Aqilla Syaira Hardian (Banten) — 7,5 Pts
- WPM Wavina Kamita Putri (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- Aqeelah Wirdirania Hadik (Jawa Timur) — 6,5 Pts
- Nuraqeela Callista Naura (Jawa Timur) — 6,0 Pts
- Kelompok Umur 11 Tahun Putra (KU-11 Pa)
- Edson Maxy Wiryanto (Banten) — 7,5 Pts
- Jessen Michael Aiji Pranata (Jawa Barat) — 7,5 Pts
- Kyle Darrel Gunawan (DKI Jakarta) — 6,5 Pts
- Miko Vincensius Firrery Zega (D.I. Yogyakarta) — 6,5 Pts
- Alexander Philip Kurniawan (DKI Jakarta) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 11 Tahun Putri (KU-11 Pi)
- WCM Hillary Rooca Theng (DKI Jakarta) — 7,5 Pts
- Azkayra Rania Dharmawan (Jawa Barat) — 7,5 Pts
- Asti Sekaring Idea (Jawa Timur) — 6,5 Pts
- Chloe Visakha Lay (Banten) — 6,5 Pts
- Askana Humaira Mahardhika (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 9 Tahun Putra (KU-9 Pa)
- Christ Tangguh Prio Utomo (Jawa Barat) — 7,5 Pts
- Ryo Jaden Hu (Jawa Barat) — 7,0 Pts
- Kaiden Kamsari (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- Edrick Ricardo Edvin (Kalimantan Barat) — 7,0 Pts
- Clayton Trevor Pratama (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 9 Tahun Putri (KU-9 Pi)
- Evelyn Tria Lienora (DKI Jakarta) — 7,5 Pts
- Rumaisha Al-Husna Fakhruroji (Jawa Tengah) — 7,0 Pts
- WPM Vanessa Koolin Santoso (Jawa Tengah) — 6,5 Pts
- Sinan Aghayu (Banten) — 6,5 Pts
- Eliora Dirgahayu Evangelia (Kalimantan Timur) — 6,0 Pts
- Kelompok Umur 7 Tahun Putra (KU-7 Pa)
- Muhammad Irsyad Arrafif (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- Haidar Manaf Abrisam (DKI Jakarta) — 7,0 Pts
- Aqlan Azizi Farha (Jawa Timur) — 7,0 Pts
- Lintang Senja Cahaya Surya Putranto (Jawa Barat) — 6,5 Pts
- Imanuel Ezra Hotasagema (Jambi) — 6,5 Pts
- Kelompok Umur 7 Tahun Putri (KU-7 Pi)
- Karessa Mathio (BPK Penabur Jakarta – Banten) — 7,0 Pts
- Alesha Prayasti (Jawa Tengah) — 7,0 Pts
- Kenzi Aileen Utomo (Jawa Tengah) — 6,0 Pts
- Kinan Salsabila Azzahra (Jawa Timur) — 6,0 Pts
- Anisa Syarif (Jawa Barat) — 6,0 Pts
Gukesh vs Sindarov, Duel Prodigy Berebut Takhta di Jenewa
