Delapan nama sudah memastikan menjadi peserta di Turnamen Kandidat 2026. Semua lolos lewat lima jalur: Sirkuit FIDE 2024-2025, FIDE Grand Swiss, Piala Dunia 2025, dan rating tertinggi Januari 2026.
Lupakan nama Alireza Firouzja, Arjun Erigaisi, Nodirbek Abdusattorov, Vincent Keymer, apalagi Hans Moke Niemann. Meski punya kemampuan luar biasa, mereka gagal mendapat tiket dari lima pintu itu.
Mulai sekarang, delapan nama akan tersorot kamera lebih terang, hingga nanti tirai panggung Turnamen Kandidat terbuka di Paphos, Siprus, 28 Maret–16 April 2026.
Mari kita ulas satu per satu peserta Turnamen Kandidat 2026. Gambid.id akan mengulas secara objektif yang subjektif. Mungkin nanti banyak yang tidak sependapat, karena para pecinta catur tentu punya favorit masing-masing.
Hikaru Nakamura (USA)
Lahir 9 Desember 1987 (38 Tahun).
Nakamura adalah juara Amerika Serikat lima kali (2005, 2009, 2012, 2015, 2019). Ia mengikuti empat Turnamen Kandidat (2016, 2022, 2024, 2026). Rating tertingginya 2816 (Oktober 2015) dan lama menempati peringkat dua dunia, di bawah Magnus Carlsen. Pemahaman teorinya luar biasa.
Mungkin ini adalah Turnamen Kandidat terakhirnya sebelum memasuki usia senja. Sebenarnya ia selalu menjadi lawan berat bagi Carlsen secara teori. Namun, dalam beberapa kesempatan terlihat kalah mental saat bertemu Magnus—kalah sebelum bertanding. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku pesimis bisa menjadi juara dunia catur.
Peluang Juara: 50 persen
Fabiano Caruana (USA)
Lahir 30 Juli 1992 (33 Tahun).
Caruana adalah nama paling stabil dalam 10 tahun terakhir. Elo rating tertingginya 2844 (Oktober 2014), menjadikannya pemain dengan rating ketiga tertinggi sepanjang sejarah setelah Garry Kasparov dan Magnus Carlsen.
Ia juga penantang Magnus Carlsen tahun 2018. Sempat menahan Magnus dalam 12 game catur klasik, namun takluk tiga game dalam tie-break cepat. Pada Turnamen Kandidat 2018, Fabi mengungguli tujuh nama lain yakni Shakhriyar Mamedyarov (AZE), Sergey Karjakin (RUS), Ding Liren (CHN), Vladimir Kramnik (RUS), Alexander Grischuk (RUS), Wesley So (USA), dan Levon Aronian (ARM).
Juara Amerika Serikat lima kali ini berpartisipasi dalam Turnamen Kandidat sebanyak enam kali (2016, 2018, 2020, 2022, 2024, 2026). Gaya bermainnya solid dan posisional. Itu menjadi kelebihan sekaligus kelemahannya: ia sangat kuat dalam persiapan teori dan permainan posisi, tetapi kadang kurang fleksibel dalam situasi taktis liar.
Caruana dianggap sebagai pecatur paling konsisten di papan atas dunia, dengan rating stabil di kisaran 2790–2800. Banyak pengamat menilai ia masih menjadi kandidat paling realistis untuk menantang juara dunia berikutnya.
Peluang Juara: 60 persen
Anish Giri (Belanda)
Lahir 28 Juni 1994 (31 Tahun).
Giri adalah juara Belanda lima kali (2009, 2011, 2012, 2015, 2023). Rating tertingginya 2798 (Oktober 2015) dan pernah menempati peringkat tiga dunia (Januari 2016). Ia tampil di Turnamen Kandidat tiga kali: 2016, 2020, dan 2026.
Gaya bermainnya terlalu textbook, sehingga sering berakhir remis di level elite. Namun, Magnus Carlsen pernah memuji Giri sebagai pemain jenius.
Peluang Juara: 50 persen
Matthias Blübaum (Jerman)
Lahir 18 April 1997 (28 Tahun).
Juara Jerman 2020 dan pemenang European Individual Chess Championship dua kali (2022, 2025). Rating puncaknya 2687 (Oktober 2025) dengan ranking tertinggi posisi 41 dunia . Ini adalah debutnya di Turnamen Kandidat.
Peluang Juara: 40 persen
Wei Yi (China)
Lahir 2 Juni 1999 (26 Tahun).
Juara catur Tiongkok tiga kali serta juara Asia 2018. Rating puncak 2763 (Oktober 2024) dan ranking tertinggi posisi tujuh dunia (Maret 2025). Sempat vakum beberapa tahun untuk kuliah, kini ia kembali lebih matang. Banyak yang menyebut Wei Yi lebih hebat dari seniornya, Ding Liren. Ini adalah debutnya di Turnamen Kandidat.
Peluang Juara: 50 persen
Andrey Esipenko (Rusia)
Lahir 22 Maret 2002 (23 Tahun).
Esipenko pernah menjadi talenta muda paling menjanjikan Eropa. Ia menjuarai European U10 (2012), European U16 dan World U16 (2017). Rating puncaknya 2723 (Maret 2022) dengan ranking tertinggi posisi 24 dunia .
Setahun terakhir ia menemukan kembali performa terbaiknya. Saat blunder melawan Wei Yi di semifinal Piala Dunia 2025, ia tetap tenang. Dalam wawancara, ia optimis akan bangkit setelah “makan enak dan minum bir.”
Benar saja, ia kembali di perebutan tempat ketiga dan mengamankan tiket Kandidat dari jalur Piala Dunia 2025. Ini debutnya di Kandidat. Banyak pengamat menyebut ia lebih baik dari pendahulunya, Ian Nepomniachtchi.
Peluang Juara: 40 persen
Rameshbabu Praggnanandhaa (India)
Lahir 10 Agustus 2005 (20 Tahun).
Pragg adalah generasi emas catur India bersama Gukesh Dommaraju, Arjun Erigaisi, dan Nihal Sarin. Rating puncaknya 2785 (September 2025) dengan ranking tertinggi posisi 4 dunia (Juli 2025). Ia membawa tim India meraih emas Olimpiade Catur ke-45 (2024).
Magnus Carlsen pernah menyebut Pragg lebih baik dari semua pemain India, termasuk juara dunia Gukesh. Ini adalah Kandidat keduanya setelah 2024.
Peluang Juara: 50 persen
Javokhir Sindarov (Uzbekistan)
Lahir 8 Desember 2005 (20 Tahun).
Sindarov adalah juara Piala Dunia 2025, juara nasional Uzbekistan dua kali (2019, 2021), dan anggota tim Uzbekistan yang menjuarai Olimpiade Catur ke-44 (2022). Selama ini ia berada di bayang-bayang Nodirbek Abdusattorov, namun di Piala Dunia 2025 ia membuktikan kelasnya.
Rating puncaknya 2722 (Juli 2025) dengan ranking tertinggi posisi 24 dunia (September 2025). Ini debutnya di Kandidat. Bersama Pragg, ia membuktikan usia bukan halangan bersaing dengan para senior.
Peluang Juara: 60 persen
Turnamen Kandidat 2026 di Paphos akan menjadi panggung benturan generasi: para senior yang berpengalaman menghadapi talenta muda yang lapar gelar.
Dengan kombinasi gaya bermain solid, agresif, hingga kreatif, peserta Turnamen Kandidat 2026 ini menjanjikan drama catur kelas dunia. Publik catur jelas sudah tidak sabar menantikan siapa yang akan keluar sebagai penantang juara dunia berikutnya.
Piala Dunia Catur 2025: Panggung Drama dan Sejarah Baru