Pecatur muda asal India, Arjun Erigaisi berhasil menjadi juara Jerusalem Masters 2025, Kamis, (4/12/2025). Turnamen ini mempertemukan 12 pecatur papan atas, termasuk lima wakil Israel, lima grandmaster internasional, serta dua pemenang Jerusalem Open 2025 yang berlangsung 26-27/11/2025 lalu.
Turnamen berlangsung di Yerusalem, Israel (3–4/12/2025) dengan format catur cepat dengan waktu 15 menit plus tambahan 5 detik per langkah.
Grandmaster muda India, Arjun Erigaisi, membuktikan kualitasnya ketika dalam babak final bertemu dengan gurunya sekaligus legenda catur India, mantan juara dunia, Viswanathan Anand. Erigaisi berhasil menundukkan Vishy Anand dengan skor 2.5–1.5.
Kemenangan ini bukan hanya menegaskan statusnya sebagai salah satu bintang masa depan catur dunia, tetapi juga menjadi simbol pergeseran kekuatan dari legenda ke generasi baru.
Pertarungan final berlangsung dramatis.
Dua partai rapid pertama berakhir remis, mencerminkan kehati-hatian kedua pemain. Namun, di blitz pertama, Erigaisi yang memegang buah putih tampil agresif dan berhasil mencatat kemenangan penting.
Pada blitz kedua, meski dalam posisi unggul, ia memilih aman dengan menerima hasil remis. Dengan demikian, skor akhir 2.5–1.5 memastikan gelar juara bagi Erigaisi sekaligus hadiah sebesar USD 55,000.
Di laga perebutan peringkat tiga, Peter Svidler menghadapi rekan senegaranya Ian Nepomniachtchi. Pertandingan berlangsung ketat, namun Svidler unggul di blitz kedua. Skor akhir 2.5–1.5 menempatkan Svidler di podium ketiga, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensinya meski gagal menembus final.
Babak Penyisihan
Format round-robin mempertemukan 12 pecatur papan atas. Dari sini, empat besar lolos ke semifinal.
- Peter Svidler tampil konsisten, memuncaki klasemen dengan 8/11 poin.
- Ian Nepomniachtchi, Viswanathan Anand, dan Arjun Erigaisi sama-sama mengoleksi 7.5/11 poin, menempati posisi dua hingga empat.
Klasemen akhir hasil babak penyisihan:
- Peter Svidler (Rusia, 2669) – 8 poin
- Ian Nepomniachtchi (Rusia, 2762) – 7.5 poin
- Viswanathan Anand (India, 2727) – 7.5 poin
- Arjun Erigaisi (India, 2708) – 7.5 poin
- Arseniy Nesterov (Rusia, 2540) – 6.5 poin
- Evgeny Alekseev (Rusia, 2533) – 6.5 poin
- Ido Gorshtein (Israel, 2449) – 6 poin
- Maxim Rodshtein (Israel, 2600) – 4 poin
- Vladimir Fedoseev (Rusia, 2740) – 3.5 poin
- Yahli Sokolovsky (Israel, 2397) – 3.5 poin
- Ori Kobo (Israel, 2411) – 3 poin
- Avital Boruchovsky (Israel, 2487) – 2.5 poin
Semifinal
- Arjun Erigaisi vs Peter Svidler: Rapid pertama berakhir remis, namun Erigaisi memanfaatkan peluang di rapid kedua untuk menang dan melaju ke babak final untuk melawan Anand.
- Viswanathan Anand vs Ian Nepomniachtchi: Pertarungan dua pecatur elite ini juga dimulai dengan remis, sebelum Anand menunjukkan kelasnya di rapid kedua untuk memastikan tiket final bertemu dengan Arjun Erigaisi.
Boris Gelfand Absen
Salah satu cerita besar dari Jerusalem Masters adalah absennya Boris Gelfand, pecatur nomor satu Israel selama dua dekade terakhir. Gelfand, yang pernah menantang Anand di final Kejuaraan Dunia 2012, memilih tidak tampil karena hubungan yang memburuk dengan Federasi Catur Israel.
Ketidakharmonisan itu membuat Gelfand tidak terlihat di turnamen bergengsi di negaranya sendiri. Absennya Gelfand menjadi sorotan, karena Israel kehilangan figur legendaris yang bisa menjadi magnet publik dan memberi bobot lebih pada turnamen.
Meski Israel tetap diwakili oleh Maxim Rodshtein, Ido Gorshtein, Yahli Sokolovsky, Ori Kobo, dan Avital Boruchovsky, tidak ada yang mampu menembus empat besar. Ketiadaan Gelfand memperlihatkan dampak nyata dari konflik internal federasi terhadap prestasi catur Israel di panggung internasional.
Arjun Bangkit
Gelar juara Jerusalem Masters ini juga menjadi pengobat kekecewaan bagi Arjun setelah gagal lolos ke Turnamen Kandidat 2026. Akhir November lalu, ia tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2025, kehilangan kesempatan emas untuk merebut tiket kandidat. Namun kemenangan di Yerusalem membuktikan bahwa ia mampu bangkit dan tetap berada di jalur elite dunia.
Arjun Erigaisi tersingkir di babak perempat final Piala Dunia 2025 setelah dikalahkan pecatur China, Wei Yi. Kekalahan tersebut membuat peluangnya menuju Turnamen Kandidat 2026 tertutup. Dengan hasil itu, Rameshbabu Praggnanandhaa menjadi satu-satunya wakil India yang berhasil lolos.
Diketahui, Arjun bersama Vincent Keymer dan Nodirbek Abdusattorov adalah tiga bintang muda yang diprediksi akan melaju mudah ke Kandidat 2026. Nyatanya, ketiganya gagal meraih satu dari delapan tiket yang tersedia melalui lima jalur kualifikasi.
Delapan tiket tersebut adalah dua dari Sirkuit FIDE (2024 dan 2025), dua dari FIDE Grand Swiss 2025, tiga dari Piala Dunia 2025, dan satu dari rating tertinggi periode Januari 2026.
Semifinal Piala Dunia Catur 2025, India Tanpa Wakil