Empat daerah, satu semangat. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-14 Partai NasDem, empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD)—Mojokerto, Sikka, Morowali, dan Sukabumi—kompak menggelar turnamen catur sebagai simbol konsistensi membawa arus perubahan.
Dari halaman sekretariat hingga warung kopi, papan catur menjadi medium silaturahmi, pembinaan, dan refleksi strategi politik yang matang. Bukan sekadar lomba, inisiatif ini menegaskan bahwa NasDem tak hanya bicara gagasan, tapi juga turun langsung membina daya pikir generasi.
Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun ke-14 Partai NasDem pada 11 November 2025, semangat perubahan tak hanya bergema lewat pidato politik atau baliho besar.
Di Mojokerto, Sikka, Morowali, dan Sukabumi, arus perubahan itu menjelma dalam bentuk yang lebih sunyi namun strategis: papan catur, pion, dan langkah-langkah penuh perhitungan.
Empat daerah ini memilih cara yang sama untuk merayakan ulang tahun partai: menyelenggarakan turnamen catur.
Namun di balik kesamaan format, masing-masing membawa warna lokal, pendekatan sosial, dan filosofi yang memperkaya makna perayaan. Dari Gedongan hingga Maumere, dari Bente hingga Babakan, catur menjadi medium refleksi, pembinaan, dan silaturahmi.
Mojokerto: Catur, Donor Darah, dan Santunan
Di Mojokerto, DPD Partai NasDem menggelar “NasDem Cup” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial. Bertempat di sekretariat partai, kejuaraan catur ini diikuti peserta dari dalam dan luar kota.
Ketua DPD NasDem Mojokerto, Ari Ernowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk kepedulian partai terhadap pembinaan atlet lokal.
Selain catur, acara juga mencakup donor darah dan santunan anak yatim—menegaskan bahwa NasDem ingin hadir bukan hanya sebagai partai politik, tapi sebagai kekuatan sosial yang bermanfaat.
Juara pertama diraih Johan PMan dari Gedongan, disusul Taufik Tato dari Pungging dan Fatih PMan dari Gedongan. Nama-nama ini bukan hanya pemenang, tapi simbol dari semangat lokal yang terus diasah.
Sikka: Strategi, Emosi, dan Anak Berkebutuhan Khusus
Di Maumere, Kabupaten Sikka, turnamen catur digelar di Sekretariat DPD NasDem dan dibuka secara simbolis oleh Ketua DPD, Ofridus Krispinianus (Ippi Seli Seng), dengan langkah pion di meja nomor satu. Sebanyak 51 peserta bertanding dalam sistem Swiss tujuh babak, format yang menjamin semua peserta tetap bermain hingga akhir.
Ippi menekankan bahwa catur bukan sekadar permainan, melainkan latihan berpikir logis, strategi jangka panjang, dan pengendalian emosi.
Tak berhenti di papan catur, DPD NasDem Sikka juga mengunjungi Panti Asuhan Alma di Desa Nita, berbagi bersama anak-anak berkebutuhan khusus. Di sini, arus perubahan bukan hanya soal strategi, tapi juga empati.
Ketua Percasi Sikka, Lorens Laba, turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia berharap catur bisa terus menjadi bagian dari perayaan tahunan, sebagai cara melatih ketajaman berpikir generasi muda.
Morowali: Pion Tak Pernah Mundur
Di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Fraksi NasDem menggelar turnamen “NasDem Chess Celebes” bekerja sama dengan Percasi setempat.
Bertempat di Warkop Pink, Desa Bente, Ketua DPD NasDem Morowali, Herdianto Marzuki membuka langsung turnamen bersama tokoh-tokoh Percasi serta peserta dari berbagai profesi.
Herdianto mengibaratkan semangat NasDem seperti pion dalam catur: kecil, tapi tak pernah mundur.
Turnamen ini juga menjadi ajang eksebisi antara tokoh partai dan Percasi, memperkuat silaturahmi dan membuktikan bahwa catur bisa menjembatani lintas profesi dan generasi.
Pembina Percasi Morowali, Zaenuddin, menyebut kegiatan ini sebagai momentum positif untuk membangun silaturahmi dan memperkuat minat masyarakat terhadap catur. Ia berharap kolaborasi ini bisa menjadi agenda tahunan.
Sukabumi: Strategi, Ketekunan, dan Kepedulian Sosial
Di Sukabumi, turnamen catur berlangsung di halaman parkir kantor DPD NasDem Kabupaten Sukabumi, dengan tema “Konsisten Membawa Arus Perubahan.”
Sekretaris DPD NasDem Sukabumi, Ajat Sudrajat, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT. Itu mencakup donor darah, layanan kesehatan gratis, kunjungan ke panti sosial, dan donasi untuk korban bencana di Ci Solok.
120 peserta mwngikuti turnamen ini. Ajat menekankan bahwa catur mengajarkan strategi, kesabaran, dan ketekunan—nilai-nilai yang juga menjadi prinsip NasDem dalam menghadapi tantangan politik dan sosial.
Empat kota, empat turnamen, satu benang merah: catur sebagai medium politik yang humanis. Di tengah polarisasi dan retorika politik yang sering bising, NasDem memilih pendekatan yang lebih senyap namun strategis. Catur bukan hanya olahraga, tapi metafora dari cara berpikir partai: logis, sabar, dan penuh perhitungan.
Turnamen-turnamen ini juga menunjukkan bahwa partai politik bisa hadir dalam ruang-ruang yang tak biasa—di warkop, panti asuhan, halaman parkir, atau sekretariat lokal. Mereka tak hanya bicara soal elektabilitas, tapi juga soal empati, pembinaan, dan silaturahmi.
Dengan melibatkan Percasi di tiap daerah, NasDem juga menunjukkan komitmen terhadap ekosistem olahraga lokal. Ini bukan sekadar seremonial, tapi investasi jangka panjang dalam daya pikir dan daya saing generasi muda.
Jika pion adalah simbol langkah kecil yang tak pernah mundur, maka turnamen catur ini adalah langkah kolektif menuju perubahan. Partai NasDem merayakan ulang tahun ke-14 bukan dengan gegap gempita, tapi dengan strategi, ketekunan, dan kepedulian.
Catur mengajarkan bahwa kemenangan bukan soal langkah cepat, tapi soal langkah tepat. Dan jika partai politik bisa belajar dari catur, maka mungkin arus perubahan itu bukan sekadar slogan.
600 Pecatur dari 30 Provinsi Adu Nalar di Kejurnas Catur 2025