Tim Indonesia harus puas dengan medali perunggu Catur SEA Games, usai kalah di babak semifinal SEA Games 2025, kategori Makruk Chess Classic Mixed Quintuple, Sabtu (13/12/2025). Ini adalah medali kedua dari tim Indonesia dari cabang catur. Sebelumnya Indonesia meraih medali perak kategori Makruk-Blitz Men Triples.
===
Cabang olahraga catur di SEA Games 2025 Thailand menghadirkan variasi unik: Makruk Chess Classic Mixed Quintuple, nomor tim campuran dengan format standar.
Turnamen ini berlangsung di The Bazaar Hotel Bangkok pada 11–12 Desember 2025. Dengan kontrol waktu 60 menit plus 20 detik increment, sistem Swiss lima babak, kompetisi ini mempertemukan enam negara: Thailand, Vietnam, Indonesia, Filipina, Singapura, dan Malaysia.
Fase Penyisihan: Jalan Terjal Indonesia
Indonesia memulai perjalanan dengan susunan Novendra Priasmoro, Mohamad Ervan, Susanto Megaranto, dan Medina Warda Aulia. Sayangnya, tim hanya turun dengan empat pemain, bukan lima, akibat error pendaftaran yang membuat Meja 1 kosong.
- Ronde 1: Indonesia menghadapi tuan rumah Thailand. Hasilnya 1,5–3,5 untuk Thailand. Kekosongan Meja 1 langsung memberi defisit 0–1, dan meski Priasmoro, Ervan, dan Medina berjuang keras dengan hasil remis, Megaranto kalah dari Warot Kananub.
- Ronde 2: Melawan Vietnam, Indonesia kalah 1,5–3,5. Priasmoro tumbang dari Vo Thanh Ninh, sementara Ervan dan Megaranto menahan imbang lawan-lawan kuat seperti Dao Thien Hai dan Tran Quoc Dung.
- Ronde 3: Indonesia bangkit menghadapi Singapura. Skor 2,5–2,5. Megaranto menang atas Goh Wei Ming Kevin, sementara Medina dan Priasmoro menahan imbang lawan masing-masing.
- Ronde 4: Melawan Malaysia, Indonesia menang 3–2. Ervan dan Megaranto tampil gemilang dengan kemenangan penuh, Priasmoro juga menyumbang poin, meski Medina kalah.
- Ronde 5: Partai penentuan melawan Filipina. Indonesia menang tipis 3–2. Ervan dan Megaranto kembali jadi pahlawan dengan kemenangan atas Jan Emmanuel Garcia dan Darwin Laylo. Priasmoro dan Medina menahan imbang lawan masing-masing.
Dengan hasil ini, Indonesia mengoleksi 2 kemenangan, 1 seri, dan 2 kekalahan. Skor tiebreak menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen akhir penyisihan, cukup untuk lolos ke semifinal.
Semifinal: Indonesia vs Vietnam
Babak semifinal mempertemukan Indonesia dengan Vietnam, tim yang tampil solid tanpa kekalahan di penyisihan.
Indonesia kembali menghadapi masalah klasik: Meja 1 kosong. Artinya, sejak awal skor sudah 0–1. Vietnam turun dengan formasi lengkap lima pemain, termasuk pecatur senior Dao Thien Hai.
Hasil akhir: Indonesia kalah 1,5–3,5. Kekalahan ini membuat langkah menuju final terhenti. Meski begitu, perjuangan empat pemain Indonesia patut diapresiasi.
Di semifinal Catur SEA Games lainnya, tuan rumah Thailand menghadapi Filipina. Thailand tampil dominan dengan susunan penuh lima pemain. Mereka memanfaatkan keunggulan pengalaman dan adaptasi terhadap makruk. Filipina yang diperkuat pecatur tangguh seperti Paulo Bersamina dan Darwin Laylo berusaha memberi perlawanan, namun Thailand terlalu kuat.
Thailand memastikan langkah ke partai puncak setelah menundukkan Filipina dengan skor meyakinkan 3,5–1,5. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi tuan rumah dan membawa mereka melaju ke final bergengsi untuk menantang kekuatan tangguh Vietnam.
Kesalahan Administratif
Pelatih tim Indonesia, Kristianus Liem menegaskan bahwa kesalahan administratif menjadi faktor utama. Sistem online THASOC sempat error, namun pendaftaran manual tidak dilakukan. Akibatnya, Indonesia kehilangan satu kuota pemain.
Indonesia masih akan berjuang di enam nomor sisa. Delapan kategori di SEA Games 2025 adalah Makruk-Blitz Men Triples, Makruk-Classic Mixed Quin, Makruk-Classic Mens Double, ASEAN Rapid Womens Quadruple, ASEAN Chess Rapid Mens Quadruple, Makruk-Chess Rapid Mens Quaruple, FIDE Chess Rapid Mens Doubles, FIDE Chess Rapid Womens Doubles.
SEA Games kali ini memang terlihat sangat menguntungkan tim Thailand. Meski menggunakan papan dan jumlah bidak yang sama dengan catur internasional, Makruk Chess agak berbeda permainannya. Dari delapan nomor yang ada, tidak terlihat nomor perorangan. Ada juga ASEAN Chess yang masih berbeda dengan catur internasional.
Pada kategori catur internasional (FIDE) juga hanya mempertandingkan kategori ganda putra dan ganda putri. Padahal, Indonesia punya kans besar meraih medali emas, jika kategori catur klasik, cepat dan kilat perorangan dengan aturan FIDE jadi nomor pertandingan. Ketiadaan nomor perorangan jelas membatasi ruang prestasi Indonesia. Potensi emas yang besar akhirnya sirna.
Tim Catur Indonesia Siap Berjuang di SEA Games 2025