Rating FIDE Desember 2025 sudah keluar, hasilnya King Magnus Carlsen dari Norwegia masih tak tergoyahkan di peringkat pertama dengan rating 2840. Sejak menjadi peringkat 1 dunia pada Januari 2010, total Carlsen sudah menjadi raja selama 190 bulan. Rating tertingginya 2882 tepatnya pada Mei 2014.
Memang ada Garry Kasparov yang memegang rekor dominasi selama 22 tahun (1984–2005). Bedanya, Kasparov punya jeda atau sempat tergusur. Sementara Carlsen mempertahankan posisi puncak secara konsisten. Tampaknya rekor itu akan bertahan lebih lama, karena kini Carlsen jarang bermain di catur klasik.
Posisi selanjutnya ada nama dua pecatur Amerika Serikat, Hikaru Nakamura (2810) dan Fabiano Caruana (2795).
Vincent Keymer (Jerman) naik ke posisi keempat (2776), sementara Arjun Erigaisi (India) di posisi kelima dengan (2775). Alireza Firouzja (Prancis) naik ke posisi keenam dengan 2762 dan Rameshbabu Praggnanandhaa (India) turun ke posisi ketujuh dengan 2761.
Anish Giri dari Belanda (2760), Wei Yi asal Tiongkok (2754), dan juara dunia asal India, Gukesh Dommaraju (2754), melengkapi daftar 10 besar di akhir tahun 2025.
Berkah Piala Dunia 2025
World Cup 2025 menjadi loncatan bagi banyak pecatur untuk memperbaiki rating dan peringkat mereka. Juara Piala Dunia 2025 asal Uzbekistan kini berada di peringkat 22 dengan rating 2726.
Peningkatan tertinggi pasca Piala Dunia 2025 didapat pecatur Meksiko (sebelumnya Peru) Jose Eduardo Martinez Alcantara. Jospem—nama onlinenya— memang membuat kejutan dengan masuk babak perempat final. Hal itu membuat ratingnya naik +23 poin ke 2667 dan kini masuk peringkat 29 dunia.
Peringkat tiga Piala Dunia dan juga menjadi peserta turnamen kandidat, Andrey Esipenko (Rusia), naik 17 poin ke 2698 atau peringkat 34 dunia. Ada juga nama Alexander Donchenko (2661), Peter Leko (2676), dan Sam Shankland (2664) yang mendapat imbas positif karena hasil di Piala Dunia.
Sebaliknya, beberapa pecatur elite mengalami penurunan rating dan peringkat. Sebut saja Nodirbek Abdusattorov, Wesley So, Ian Nepomniachtchi, Shakhriyar Mamedyarov, Hans Niemann, dan masih banyak lagi.
Sektor Junior
Di kategori junior, Yagiz Kaan Erdogmus mencatat terobosan besar. Pecatur 14 tahun asal Turki kini menempati peringkat keempat junior dengan rating 2658. Ia berada di bawah Praggnanandhaa, Gukesh, dan Sindarov. Menariknya, mulai awal tahun depan, nama Pragg dan Sindarov akan menginjak usia 20 tahun yang berarti tak masuk lagi kategori junior.
Hou Yifan Tetap Ratu Catur
Di sektor putri, GM asal Tiongkok, Hou Yifan (2613) masih kokoh di puncak daftar rating FIDE Desember 2025. Yifan unggul 34 poin dari tiga kompatriotnya: Zhu Jiner (2579), Lei Tingjie (2569), dan Juara Dunia Wanita, Ju Wenjun (2565). Itu berarti para pecatur Tiongkok menguasai 4 besar kategori putri.
Ratu catur asal India, Koneru Humpy, naik ke posisi kelima dengan 2535, menggusur pecatur Rusia, Aleksandra Goryachkina (2534). Nama-nama mapan seperti Tan Zhongyi, Anna Muzychuk, dan Kateryna Lagno masih bertahan di jajaran 10 besar.
Sorotan utama bulan ini adalah IM Polina Shuvalova, yang naik +30 poin hingga menembus 2502 dan masuk ke peringkat 10 besar untuk pertama kalinya.
Juara Piala Dunia Wanita asal India, Divya Deshmukh, mengalami sedikit penurunan pada rating FIDE Desember 2025. Ia turun ke peringkat 12 dunia dengan rating 2497.
Divya bersama Vaishali Rameshbabu (India) dan Bibisara Assaubayeva (Kazakhstan) adalah tiga pemain muda yang diprediksi tak lama lagi akan masuk jajaran top 5, menggantikan para pecatur senior.
Rating FIDE Desember 2025 menegaskan dinamika besar di dunia catur. Carlsen masih tak tergoyahkan di puncak, sementara World Cup memberi panggung bagi pecatur muda seperti Sindarov, Martinez, dan Esipenko untuk mencuri perhatian.
Di sektor putri, Hou Yifan tetap memimpin, tetapi generasi baru seperti Polina Shuvalova dan Divya Deshmukh mulai menantang dominasi lama. Semua ini menunjukkan bahwa era transisi sedang berlangsung, dengan generasi muda siap mengambil alih panggung utama catur dunia.
Selain mereka, ada Vaishali Rameshbabu, Bibisara Assaubayeva yang juga konsisten naik, memperkuat gelombang baru yang berpotensi menggusur nama-nama mapan seperti Koneru Humpy, Tan Zhongyi, Muzychuk bersaudara, Alexandra Kosteniuk dan Kateryna Lagno dalam beberapa tahun ke depan.
Jangan lupakan nama Song Yuxin, Leya Garifullina, Lu Miaoyi, Anna Shukhman, Alice Lee, Afruza Khamdamova, dan Eline Roebers yang siap memberi ancaman, karena mereka mewakili gelombang baru pecatur muda dengan potensi besar untuk menembus papan atas dunia.
War Is Over: Film Animasi Catur Peraih Oscar, Sarat Pesan Damai