Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025 di Universitas Negeri Surabaya berakhir Minggu (30/11/2025), di Surabaya, Jawa Timur. Kejuaraan ini mempertandingkan lima kategori utama: Kategori Terbuka, Mahasiswa, Mahasiswi, SMA Putra, dan SMA Putri.
Ajang bergengsi ini melahirkan juara-juara baru dari berbagai daerah dan kampus, memperlihatkan regenerasi pecatur Indonesia. Ini sekaligus menegaskan standar baru berbasis sport science dalam kompetisi nasional.
Kategori Terbuka
Persaingan paling bergengsi hadir di kategori Terbuka. Grand Master Susanto Megaranto dari Jawa Barat tampil sebagai juara pertama dengan delapan poin dari sembilan babak. Ia menunjukkan konsistensi sejak awal dan mengukuhkan statusnya sebagai pecatur papan atas Indonesia.
Di posisi kedua, IM Nayaka Budhidharma dari Jawa Timur juga mengoleksi delapan poin, hanya kalah selisih tie-break. Peringkat ketiga milik IM Gilbert Elroy Tarigan dari Gunadarma dengan 7,5 poin.
Di bawahnya, NM Claudio Lasama dari BTS 207 menempati posisi keempat dengan 7,5 poin, sementara IM Aditya Bagus Arfan dari DKI Jakarta berada di peringkat kelima dengan poin sama.
Peringkat enam hingga sepuluh juga tidak kalah menarik: FM Catur Adi Sagita dari SCC Jogja, NM Fikrul Saifuddin dari Wamena Papua, IM Arif Abdul Hafiz dari Gunadarma, Gilang Ibad dari SCC Jogja, dan FM Deni Sonjaya dari BTC.
Kategori Mahasiswa
Kategori Mahasiswa menjadi panggung talenta muda kampus. FM Fabian Glenn Mariano dari Universitas Gunadarma keluar sebagai juara pertama dengan 7,5 poin.
Surya Wahyu Putra dari Universitas Dian Nuswantoro di posisi kedua dengan tujuh poin. Peringkat ketiga FM Zacky Dhiya Ulhaq dari Gunadarma, juga dengan tujuh poin.
Posisi keempat David Christian dari Politeknik Negeri Bandung dengan tujuh poin, sementara Raden Syafiuddin dari Universitas Terbuka Denpasar menutup lima besar dengan 6,5 poin.
Peringkat enam hingga sepuluh yaitu, Nathanael Dieudonne Benedictus Simaihuru dari Universitas Diponegoro, Fernanda Agus Saputra Pribadi dari Universitas Brawijaya, NM Stevanky dari Gunadarma, PM Karunia Bagus Tri Laksa dari Universitas Negeri Surabaya, dan CM Dziththauly Ramadhan dari Gunadarma.
Kategori Mahasiswi
Di kategori Mahasiswi, persaingan berlangsung ketat. WIM Laysa Latifah dari Universitas Negeri Jakarta tampil sebagai juara dengan delapan poin penuh.
Posisi kedua ada nama WIM Diajeng Theresa Singgih dari Gunadarma dengan 6,5 poin. WIM Ivana Maria Treopolsa Lasama dari Universitas Indonesia berada di peringkat ketiga dengan poin sama.
Peringkat keempat WNM Allodyera Kaylavi Cello Nyssa Andriany dari Universitas Negeri Surabaya dengan enam poin, dan posisi kelima WPM Nisriina Almaas Tsabita dari UIN Malang dengan 5,5 poin.
Peringkat enam hingga sepuluh yaitu, Cherishta Joane Nungki dari Universitas Dian Nuswantoro, Adeeba Izzah Mumtaztaqiyya Ulayya dari Universitas Negeri Surabaya, Diva Ramadina dari Universitas Negeri Surabaya, Fanyda Nabiilah Rahmah dari UINSATU, dan Defani Natalia Ningrum dari Universitas Negeri Surabaya.
Kategori SMA Putra
Kategori SMA Putra melahirkan bintang baru dari Yogyakarta. Raja Ferdinand Abraham dari PKBM Mandiri Bantul tampil solid sejak babak awal dan akhirnya keluar sebagai juara dengan delapan poin.
Posisi kedua PM M. Ilham Rizky Maulana dari SMA Negeri 1 Welahan dengan tujuh poin, sementara Andra Wijaya dari SMAN 3 Blitar menempati peringkat ketiga dengan poin sama.
Di posisi keempat ada Zagar Rasyaad Syahdhi Yaulhaq dari MAN 1 Jember dengan 6,5 poin, dan kelima Pratama Kevin Aurick dari MAN 2 Kota Malang dengan enam poin.
Peringkat enam hingga sepuluh, berturut-turut Nazura Zhafran Sunuriha dari SMAN 3 Kediri, Fairus Zaky Arita dari SMA Negeri 1 Kamal, Michael Angelo dari SMAN 3 Sidoarjo, Sebastian Alexander Eka Cahyana dari SMKN 7 Semarang, dan I Putu Dama Aditya dari SCH@K Sidoarjo.
Kategori SMA Putri
Kategori SMA Putri juaranya adalah Kamila Nayata Izzy dari MAN 2 Kota Malang dengan 7,5 poin. Posisi kedua Najwa Bilqis Bilbina Mukti dari MAN 1 Sidoarjo dengan poin sama, sementara Dziththaulya Puteri Arif dari SMA Negeri 3 Sidoarjo berada di peringkat ketiga dengan tujuh poin.
Di posisi keempat ada Salsabila dari MAN 1 Banyuwangi dengan enam poin. Peringkat lima ada Hana Putri Perdana dari MAN 2 Tulungagung dengan 5,5 poin.
Peringkat enam hingga sepuluh ada nama Arumi Wahyu Wulansari dari SMK Negeri 6 Surabaya, Aulia dari SCC Jogja, Titah Gayatri dari Kota Malang, Avita Ayu Pratiwi dari MAN 1 Trenggalek, dan Arini Angelina Lovly dari SMAN 3 Kota Bogor.
Unesa Janji Tahun Depan Undang GM Dunia
Penyelenggaraan turnamen ini mendapat apresiasi penuh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Panitia menegaskan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi dan hampir semua pecatur terbaik turun di ajang ini.
Sentuhan sport science menjadi pembeda utama, mulai dari analisis performa, dukungan psikologi olahraga, hingga pendekatan ilmiah dalam strategi permainan.
Rektor Unesa menegaskan bahwa kampus Rumah Para Juara berkomitmen membangun ekosistem catur berbasis ilmu pengetahuan.
Tahun depan, Unesa menargetkan penyelenggaraan Catur Dirjen Dikti Cup bertaraf internasional dengan mengundang grand master dunia.
Panitia juga menekankan catur bukan lagi sebagai olahraga tradisional, melainkan bagian dari ilmu pengetahuan yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.
Momentum Baru Catur Indonesia
Secara keseluruhan, Turnamen Catur Dirjen Dikti Cup 2025 tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menghadirkan standar baru kompetisi catur.
Lima kategori utama memperlihatkan kualitas pecatur dari berbagai jenjang, mulai dari SMA hingga mahasiswa, serta kategori terbuka. Dengan dukungan penuh dari Dirjen Dikti dan komitmen Unesa, turnamen ini menjadi momentum kebangkitan catur Indonesia.
Faustino Oro: Menuju Rekor GM Termuda Sepanjang Sejarah