Unggulan Berguguran di Babak II Piala Dunia Catur 2025

Piala dunia catur 2025 menghadirkan drama menegangkan. Turnamen ini berlangsung di Rio Resort, hotel mewah bintang lima di Goa, India 30 Oktober sampai 27 November 2025.

Pada babak pertama, sejumlah pecatur dari berbagai negara duel untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya. Usai pertarungan sengit di babak I, mereka yang lolos sudah ditunggu 50 pemain unggulan. Total 206 pecatur adu langkah di atas papan untuk berburu podium.

Turnamen ini memperebutkan hadiah utama US$120 ribu. Namun, tentu saja bukan hadiah itu saja yang membuat turnamen ini menarik.

Tiga teratas turnamen ini akan mendapat tiket ke turnamen kandidat 2026, berpeluang menantang juara dunia Dommaraju Gukesh di Kejuaraan Dunia 2026.

Pada babak kedua, sejumlah unggulan harus menerima kenyataan pahit.

Tersingkir hanya karena satu kesalahan saja. Beberapa nama besar seperti Aravindh Chithambaran, Volodar Murzin, Abimanyu Mishra dan Vashyl Ivanchuk harus mengubur mimpinya ke turnamen kandidat. Mereka kalah dalam dua game catur klasik.

Namun, yang paling mengejutkan adalah kekalahan Ian Nepomniachtchi dari pecatur tuan rumah, GM Diptayan Ghosh. Ian sendiri adalah penantang juara dunia dalam dua edisi ketika melawan Magnus Carlsen 2021 dan Ding Liren 2023.

Pada turnamen kandidat 2024, para pecinta catur juga masih mengingat momen ketika Ian Nepo dan Fabiano Caruana di babak terakhir harus saling meminta maaf karena pertandingan berakhir remis. Akibatnya keduanya gagal menantang Ding Liren.

Jika saja salah satu dari keduanya menang, pemenang akan memiliki poin sama dengan Dommaraju Gukesh dan punya peluang menantang Ding Liren di Kejuaraan dunia 2024.

Lanjut ke edisi Piala Dunia Catur 2025, kejutan lain adalah tersingkirnya Wesley So dari GM Titas Stremavicius asal Lithuania. Yang bikin getir, Wesley So yang di endgame memiliki empat pion melawan dua pion plus gajah harus menyerah. Padahal dari evaluasi engine, posisi saat itu masih imbang.

Drama belum berakhir.

Beberapa bintang besar yang masih belum meraih keunggulan dari lawannya di babak catur klasik, harus berlanjut ke babak catur cepat.

Sejumlah nama harus kembali tersingkir di hari berikutnya. Nihal Sarin harus melupakan mimpinya mengikuti turnamen kadidat tahun ini. Dia takluk dari GM asal Yunani, Stamatis Kourkoulos-Arditis, yang pada babak pertama mengeliminasi Divya Deshmukh.

Hans Moke Niemann juga harus pulang lebih awal, setelah kalah dari GM asal Italia, Lorenzo Lodici. Nasib sama dialami pecatur muda berbakat, Faustino Oro yang takluk dari dari Vidith Santos Gujrathi.

Kini turnamen sudah memasuki babak 64 besar. Sudah pasti drama menegangkan dan hasil mengejutkan akan terus tersaji hingga akhir turnamen.

Bagi para pecinta catur, meski piala dunia kali ini, tanpa diikuti tiga pemain terbaik dunia (Magnus Carslen, Hikaru Nakamura dan Fabiano Caruana), turnamen masih tetap berkelas.

Masih ada nama besar lain seperti Juara dunia Dommaraju Gukesh, Vincent Keymer, Arjun Erigaisi, Nodirbek Abdusattorov, Javokhir Sindarov dan Rameshbabu Praggnanandhaa yang melaju ke babak 64 besar. Mereka adalah generasi baru yang siap menggusur para senior.

Ada juga Richard Raport, Daniil Dubov, Andrey Esipenko, Wei Yi, Vladislav Artemiev,  Alexei Sarana, Parham Maghsoodloo dan Vladimir Fedosev.

Pun, duo pemenang Grand Swiss 2024 yang sudah memastikan tiket ke turnamen kandidat, Anish Giri dan Mathias Bluebaum.

Jangan lupakan juga anak ajaib dari Turki, Yagiz Kaan Erdogmus.

Sementara itu di barisan Veteran, masih ada mereka yang siap menjaga kehormatan turnamen ini. Sebut saja Peter Leko, Levon Aronian, Maxime Vachier-Lagrave dan Pentala Harikrishna.

Masih ada 5 fase lagi yang mereka harus lewati untuk memastikan siapa pemilik kursi turnamen kandidat.

Sekadar informasi, turnamen kandadat 2026 akan mempertemukan delapan pemain terbaik untuk mencari siapa yang menjadi penantang juara dunia saat ini, Dommaraju Gukesh.

Ada beberapa jalur untuk mendapat 8 tiket tersebut. Sampai sejauh ini, sudah ada tiga tiket terisi yakni Fabiano Caruana lewat jalur Sirkuit FIDE 2024, Anish Giri dan Mathias Bluebaum dari jalur Grand Swiss 2025.

Dua tiket lainnya hampir pasti menjadi milik Hikaru Nakamura (rating tertinggi hingga januari 2026) dan Rameshbabu Praggnanandhaa (Sirkuit FIDE 2025). Pragg unggul jauh atas Vincent Keymer dan Nodirbek Abdusattorov.

Sirkuit FIDE sendiri adalah sistem pengumpulan poin dari sejumlah turnamen besar dari FIDE. Ini adalah format FIDE melihat prestasi sekaligus konsistensi pemain selama setahun berjalan.

Menarik untuk melihat bagaimana akhir turnamen. Namun jika harus memilih siapa tiga terbaik yang akan masuk ke turnamen kandidat, gambid.id sudah menjatuhkan pilihan.

Nama pertama pantas untuk memberikannya kepada pecatur muda asal Jerman, Vincent Keymer. Yang kedua adalah pecatur muda asal India Arjun Erigaisi. Nama ketiga adalah veteran yang makin tua makin menjadi yakni Levon Aronian.

Namun dalam hati kecil, agar turnamen bisa berlangsung lebih seru ada satu pemain eksplosif yang berpotensi membuat kejutan yakni Andrey Esipenko.

Kita lihat bagaimana akhirnya. Salam Gens Una Sumus.

Tinggalkan komentar