Turnamen Catur Pelajar Jawa Tengah 2025: Ada 3 Pemain Asing

Ajang Turnamen Catur Pelajar Jawa Tengah 2025 resmi berakhir dengan catatan gemilang, (Minggu, 23/11/2025). Kejuaraan ini begitu meriah, tak kurang dari 192 peserta turut ambil bagian.

Mereka datang dengan semangat dari berbagai daerah di Jawa Tengah: Demak, Ungaran, Brebes, Wonosobo, Purwokerto, Banjarnegara, Welahan, Kebumen, Tegal, Salatiga, Semarang, Kudus, Pekalongan, dan Jepara.

Jumlah peserta yang besar menunjukkan antusiasme tinggi, sekaligus bukti masyarakat makin menerima catur sebagai olahraga otak yang mendidik. Distribusi peserta dari berbagai daerah juga menandakan pembinaan yang merata, tidak hanya terpusat di kota besar.

Yang menarik, di antara ratusan peserta tersebut ada tiga pemain asing. Mereka adalah William Lin (China), Pinnem Rohith (India), dan Bae Enyoul (Korea Selatan). Ketiganya bersekolah di Bina Bangsa School Semarang dan sah mengikuti turnamen karena berdomisili di Jawa Tengah.

Turnamen ini adalah insisiatif KONI dan Percasi Kota Semarang bekerja sama dengan Kalipancur Central Park (KCP).

Turnamen berlangsung di Pendopo-Side Pool KCP Semarang, dengan sistem Swiss Manager 7 babak dan kontrol waktu 15 menit + 3 detik per langkah. Pairing dan skor ditampilkan secara live di layar TV ruang pendaftaran, memberi nuansa profesional sekaligus transparan bagi peserta dan penonton.

Kategori SD Kelas 1–3: Rumaisha Sang Bintang

Di kategori SD kelas 1–3, Rumaisha Al-Husna Fakhruroji dari SDN Kambangan 02, Kabupaten Tegal, tampil sebagai juara pertama sekaligus pemain putri terbaik. Prestasi ini menegaskan bahwa talenta muda dari daerah mampu bersaing di panggung provinsi.

Kennan Suhartanto dari SD Satyawiguna, Pekalongan berada di posisi kedua, sementara Dominikus Wempy Arianto dari SD Ciputra Kasih, Semarang, menempati posisi ketiga.

Juara harapan diberikan kepada Muhammad Messi Asholeh (MIN 2 Kebumen) dan Eliezer Jehovan Imanuel (SD Bhinneka Semarang). Nama-nama ini menunjukkan distribusi talenta yang merata di seluruh Jawa Tengah, dari Tegal hingga Kebumen.

Kategori SD Kelas 4–6: Dominasi Semarang dan Jepara

Di kategori SD kelas 4–6, Adhyastha Ghazi Kurniawan dari SD Negeri 06 Semarang keluar sebagai juara pertama. Ia diikuti oleh Azzam Khawas Satya Gelung dari MI Masalikil Huda, Jepara, di posisi kedua, dan Sava Amadeus Daniswara Alvael dari SD PL St Yusup, Semarang, di posisi ketiga.

Juara harapan jatuh kepada Faizan Pasha Suyoso (SD IT Mutiara Hati Purwokerto) dan Fathan Ahmad Nubaid (SD Negeri 01 Mudal, Temanggung).

Pemain putri terbaik adalah Aurazanda Cahaya Abadi dari SD Islam Istiqomah, Ungaran. Prestasi ini menegaskan bahwa kategori putri semakin kompetitif, dengan banyak talenta muda yang siap bersinar.

Kategori SMP dan SMA: Ilham Rizky Maulana Puncaki Klasemen

Kategori SMP dan SMA menjadi puncak persaingan. M. Ilham Rizky Maulana dari SMA Negeri 1 Welahan tampil sebagai juara pertama, menunjukkan konsistensi dan strategi matang.

Posisi kedua ada Abimanyu Setyawan Riyanto dari SMP Negeri 1 Semarang, sementara Naja Athaya Rakhman dari MAN 2 Banjarnegara menempati posisi ketiga.

Juara harapan diraih Sebastian Alexander Eka Cahyana (SMK Negeri 7 Semarang) dan Syahrul Rahmadani (SMP Negeri 3 Semarang).

Pemain putri terbaik adalah Yukiko Charita Putri Purnomo dari SMP PL Domenico Savio, yang tampil impresif dengan gaya bermain agresif namun terukur.

Sistem Pertandingan: Swiss Manager 7 Babak

Turnamen ini menggunakan sistem Swiss Manager 7 babak, format yang lazim untuk kejuaraan catur internasional. Setiap peserta bertanding melawan lawan dengan peringkat seimbang, sehingga kompetisi berlangsung adil dan menantang.

Kontrol waktu 15 menit+3 detik memberi keseimbangan antara kecepatan berpikir dan akurasi langkah. Format ini sangat cocok untuk pelajar, karena melatih konsentrasi, manajemen waktu, dan kemampuan mengambil keputusan cepat.

Turnamen Catur Pelajar Jawa Tengah bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah regenerasi. Dari kategori SD hingga SMA, terlihat jelas bahwa pembinaan catur di Jawa Tengah semakin merata. Talenta muncul dari berbagai daerah: Tegal, Jepara, Banjarnegara, hingga Purwokerto.

Kehadiran peserta mancanegara memperluas perspektif, memberi pengalaman berharga bagi pelajar lokal untuk berhadapan dengan gaya bermain internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi pembinaan jangka panjang.

Ketua Percasi Semarang, Ir. Eko Budi Santoso, M.T, menegaskan bahwa tingginya animo peserta menunjukkan catur semakin kompetitif di kalangan pelajar. Dengan fasilitas seperti live pairing di TV dan lokasi pertandingan yang representatif, turnamen ini memberi pengalaman profesional sejak dini.

KONI dan Percasi Kota Semarang, bersama KCP, berhasil menghadirkan turnamen yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga edukatif. Infrastruktur yang ada memberi kenyamanan bagi peserta dan penonton, sekaligus meningkatkan citra catur sebagai olahraga prestasi.

Turnamen Catur Pelajar Jawa Tengah 2025 menjadi tonggak penting dalam pembinaan olahraga otak di provinsi ini. Dari Rumaisha di kategori SD, Adhyastha di kategori SD kelas atas, hingga Ilham Rizky Maulana di kategori SMA, semua menunjukkan bahwa masa depan catur Jateng cerah.

DeklaZ Foodcourt Gelar Kejuaraan Catur Purwerejo

 

 

Tinggalkan komentar